Jakarta – Belakangan ini unit link sedang hangat menjadi sorotan publik. Hal ini juga sejalan dengan kondisi pasar modal yang sedang naik turun akibat pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman menjelaskan, penting bagi nasabah dan para pelaku pasar untuk bisa lebih memahami, cara kerja, manfaat, dan risiko dari produk unit link ini.
“Dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif terlebih saat pandemi, penting bagi nasabah untuk rutin dan disiplin mengecek portofolio untuk mengetahui nilai investasi sekaligus mengubah alokasinya. Jika nasabah bisa disiplin melakukannya, unit link mereka akan lebih terkendali,” katanya, dalam diskusi media secara daring, Jumat, 15 Oktober 2021.
Namun, tidak sepenuhnya nasabah memiliki waktu untuk memantau portofolio tersebut. Oleh karena itu, Generali mengeluarkan solusi bagi nasabahnya yang kurang bisa memberikan perhatian kepada produk unit link-nya, yakni dengan RoboARMS. “Kinerjanya juga sudah terbukti, nasabah kami lebih tenang dan nyaman dengan fitur ini,” ujar Edy.
Ia menambahkan, di tengah kondisi pasar yang tak menentu karena pandemi, kinerja RoboARMS terus terbukti, di mana secara adaptif menyesuaikan strategi investasi. Hingga 30 September 2021, 97% kinerja porsi investasi nasabah dengan RoboARMS bisa di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bahkan diantaranya bisa mencapai 44% di atas IHSG.
“Dengan RoboARMS, nilai porsi investasi pemegang polis terkelola dengan baik di saat pasar IHSG terkoreksi, dan tetap inline ketika pasar rebound. Ini membuktikan bahwa RoboArms Generali mampu lebih mengoptimalkan kinerja unit link nasabah jika dibandingkan dengan unit link lainnya,” ucapnya. (*) Bagus Kasanjanu
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More