Jakarta – PT Link Net Tbk (Link Net), salah satu penyedia layanan internet fixed broadband dan TV kabel melalui brand First Media menargetkan pertumbuhan pengguna baru sekitar 10 persen di bulan Ramadan 2024.
Chief Sales & Marketing Officer PT Link Net Tbk, Ronald Chandra Lesmana mengungkapkan bahwa untuk menggaet pelanggan baru selama bulan Ramadan 2024 ini, First Media menghadirkan berbagai diskon, tambahan bonus saldo e-wallet, reward, undian dan tambahan bonus speed upgrade hingga 12 bulan.
Selain itu, First Media juga menyediakan pilihan speed upgrade terbaru dan ketersediaan internet cepat tanpa Fair Usage Policy (FUP) bagi pelanggan existing mereka.
Baca juga: Langkah Surge (WIFI) Percepat Pemerataan Internet di Masyarakat Berbuah Hasil
“Program ini tujuan utamanya untuk memberikan service yang lebih baik kepada pelanggan existing maupun pelanggan lama,” ujar Ronald, Kamis, 21 Maret 2024.
Lebih lanjut, Ronald menambahkan First Media selama ini menargetkan pertambahan pelanggan baru sebesar 20.000 pelanggan setiap bulannya. Sebagai informasi, First Media telah memiliki total lebih dari 750.000 pelanggan pada 2023.
Baca juga: Emiten Ini Buka Peluang Pendapatan Tambahan bagi Pengguna Medsos dan Internet
Selain itu, ia mengakui bahwa akusisi Linknet dengan XL Axiata telah mendorong peningkatan pengguna.
“Kami targetkan pada kuartal I 2024 ini pelanggan kami akan lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. (*) Ayu Utami
Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More
Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More
Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More