Poin Penting
- Gap literasi dan inklusi keuangan Indonesia masih 14,02 persen.
- OJK dan Danamon edukasi literasi keuangan bagi pelajar di Jambi.
- Danamon revitalisasi perpustakaan untuk mendukung budaya literasi.
Jakarta – Tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih melampaui tingkat literasi keuangan. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), masih terdapat kesenjangan (gap) sebesar 14,02 persen antara keduanya.
Deputi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Helmiyani menjelaskan, hasil SNLIK menunjukkan masih terdapat gap sebesar 14,02 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Karena itu, edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, perlu terus diperkuat.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK secara konsisten mendorong berbagai program edukasi dan peningkatan literasi keuangan, termasuk bagi pelajar yang merupakan salah satu segmen prioritas dalam SNLIK,” ujar Helmiyani dalam acara “Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini untuk Masa Depan yang Lebih Baik” yang digagas PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) di Sekolah Suria Harapan School, Jambi baru-baru ini.
Baca juga: BI Rate Naik, Danamon dan Adira Ungkap Proyeksi Kredit hingga Akhir 2026
Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan institusi pendidikan penting untuk membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan praktik judi online.
“Kami mengapresiasi Danamon yang turut berperan aktif mendukung upaya peningkatan literasi keuangan melalui kegiatan edukasi yang menyasar generasi muda,” jelasnya.
Regional Corporate Officer Danamon Sumatera Wilayah 2 Thamrin Tambunan menilai, program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan Masyarakat yang mendorong peran aktif industri jasa keuangan dalam meningkatkan literasi masyarakat.
“Literasi keuangan merupakan bekal penting yang dapat membantu generasi muda mengambil keputusan finansial yang bijak dan tepat di masa depan,” jelasnya.
Oleh karena itu, kata Tambunan, pihaknya berupaya menghadirkan inisiatif edukasi untuk mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas finansial. Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, Danamon juga menyerahkan bantuan revitalisasi interior perpustakaan Sekolah Suria Harapan School.
Baca juga: Danamon Ungkap Strategi Jaga Pertumbuhan Kredit hingga Akhir 2026
“Bantuan tersebut mencakup penyediaan rak buku, meja baca, serta berbagai fasilitas pendukung guna menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman,” jelasnya.
Menurut Thamrin, pembaruan fasilitas perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus melengkapi upaya membangun generasi muda yang memiliki kecakapan finansial.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik, tetapi juga mendorong generasi muda yang semangat belajar, berpikir kritis dan siap merencanakan masa depan yang lebih baik,” tutup Thamrin. (*)


