Keuangan

Cara Cek BI Checking Online, Lengkap dengan Syarat dan Skornya

Jakarta – Cara BI checking online atau sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) sangat mudah. BI checking bisa dilakukan debitur untuk mengetahui riwayat kreditnya ketika akan mengajukan pinjaman.

Cara cek BI cheking online, syarat dan skornya akan dijelaskan lebih lanjut.

Dikutip dari website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BI checking atau SLIK OJK berisi informasi nasabah-nasabah yang memiliki kredit, termasuk riwayat kredit.

BI checking kemudian dibagikan pada bank atau lembaga keuangan lain, sebagai pihak penyedia jasa pinjaman sebagai bahan pertimbangan ketika ada debitur ingin mengajukan berbagai jenis pinjaman, seperti kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan lainnya.

Baca juga : Catat! Ini Jadwal Operasional Bank Indonesia Saat Lebaran 2024

Bagi debitur yang ingin melakukan cek BI checking secara mandiri, bisa dilakukan juga secara online.

Cara Cek BI Checking Online

Berikut langkah-langkah pengecekan BI checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) secara online:

  • Buka laman https://idebku.ojk.go.id.
  • Klik menu “Pendaftaran” pada halaman utama.
  • Cek ketersediaan layanan dengan mengisi seluruh kolom pada halaman pendaftaran.
  • Klik “Selanjutnya”.
  • Masukkan data registrasi secara lengkap dan benar.
  • Klik “Selanjutnya” apabila data diri sudah lengkap.
  • Unggah foto/scan dokumen asli persyaratan yang diminta iDeb seperti KTP atau paspor.
  • Unggah foto diri sesuai instruksi.
  • Tunggu email dari OJK yang memuat informasi nomor pendaftaran.
  • Cek status permohonan BI checking di menu “Status Layanan” dengan mengisi nomor pendaftaran.

OJK akan memproses informasi debitur (iDeb) dan mengirimkan hasil BI checking melalui email paling lambat 1 hari kerja setelah pendaftaran.

Baca juga : Kembangkan Bisnis Syariah, CIMB Niaga Konsisten Terapkan Dual Banking

Syarat Cek BI Checking

Cek BI checking atau permintaan iDeb dapat dilakukan oleh debitur perseorangan, badan usaha, dan yang meninggal dunia. Berikut ini masing-masing dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan permintaan iDeb.

Informasi Debitur (iDeb) merupakan Informasi Debitur Individual (IDI) yang menampilkan seluruh riwayat transaksi pembayaran kredit yang pernah dilakukan. Sebagai catatan, istilah ini sekarang sudah berubah nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK)

Syarat untuk Debitur Perseorangan

  • KTP untuk WNI
  • Paspor untuk WNA

Syarat untuk Debitur Badan Usaha

  • Identitas pengurus (KTP untuk WNI, paspor untuk WNA)
  • NPWP badan usaha
  • Akta pendirian/anggaran dasar pertama
  • Perubahan anggaran dasar terakhir yang menunjukkan perubahan kepengurusan badan usaha.

Debitur yang Meninggal Dunia

  • Identitas ahli waris (KTP untuk WNI, paspor untuk WNA)
  • Dokumen asli yang menerangkan kematian debitur yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
  • Dokumen yang menunjukkan hubungan kekeluargaan atau ahli waris.

Skor BI Checking

Kategori skor BI Cheking mulai dari skor 1 sampai 5 berdasarkan riwayat kredit debitur:

Kredit Lancar: Debitur yang memiliki performa sangat baik. Debitur memiliki catatan selalu membayar cicilan kredit dengan bunganya, setiap bulan hingga lunas, tanpa ada penunggakan

Kredit DPK (Dalam Perhatian Khusus): Debitur yang memiliki catatan penunggakan pembayaran cicilan kredit dengan jangka waktu 1-90 hari

Kredit Tidak Lancar: Debitur yang memiliki catatan penunggakan pembayaran cicilan kredit dengan jangka waktu 91-120 hari.

Kredit Diragukan: Debitur yang memiliki catatan penunggakan pembayaran cicilan kredit dengan jangka waktu 121-180 hari.

Kredit Macet: Debitur yang memiliki performa sangat buruk. Debitur tercatat telah menunggak pembayaran cicilan kredit dengan jangka waktu lebih dari 180 hari.

Skor tersebut akan jadi bahan pertimbangan bank atau lembaga keuangan lain dalam memutuskan untuk memberi pinjaman pada debitur. Debitur dengan skor 3, 4, dan 5 akan dimasukkan daftar hitam atau Blacklist BI Checking dan tidak bakal diterima pengajuan kreditnya.

Itulah cara cek BI checking online serta syarat dan skornya. (*)

Enny Ratnawati

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

4 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

5 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

5 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

5 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

6 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

8 hours ago