News Update

Cara BSI Dorong Pedagang Pasar Naik Kelas

Poin Penting

  • BSI mempercepat transformasi digital di ekosistem pasar untuk mendekatkan layanan dan memperluas penetrasi produk keuangan syariah
  • Transaksi digital BSI terus tumbuh, dengan lebih dari 570 ribu merchant EDC dan QRIS serta mencatatkan lebih dari 90 juta transaksi hingga November 2025.
  • Penguatan layanan pasar dilakukan lewat Lapak BSI di 31 pasar dan kolaborasi dengan pengelola pasar, pemda, serta UMKM.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong optimalisasi transformasi digital salah satunya melalui ekosistem pasar. Langkah ini diambil sebagai upaya mendekatkan layanan BSI ke seluruh segmen nasabah termasuk penetrasi produk keuangan syariah di masyarakat.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, pihaknya terus memetakan nasabah yang harus mendapatkan akses tersebut, salah satunya pedagang-pedagang di pasar.

“Pasar menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi harian masyarakat. Untuk itu kami hadir mempercepat transaksi jual beli melalui optimalisasi layanan digital yang dimiliki BSI,” ujar Anton, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.

Baca juga: Pembiayaan Griya BSI Tembus Rp69,98 Triliun Sepanjang 2025

Ia menjelaskan, secara nasional, transformasi digital BSI sudah masuk ke ekosistem transaksi yang semakin meluas di BSI EDC dan BSI QRIS. Hingga November 2025, jumlah EDC dan QRIS BSI mencapai lebih dari 570 merchant dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 90 juta transaksi (year to date/ytd)

Angka ini kata dia, meningkat seiring dengan banyaknya segmen usaha yang sudah mulai menggunakan e-channel BSI dan juga kemudahan layanan kompetitif dan lengkap.

Untuk penguatan layanan di pasar, saat ini BSI juga memiliki Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI yang pada tahap awal ini ditempatkan di 31 pasar seluruh Indonesia.

Baca juga: BSI Hadirkan Pavilion Heritage di Bogor, Jadi Pusat Layanan Syariah Terpadu

Lapak BSI ini bisa melayani berbagai layanan syariah diantaranya, pembukaan rekening, layanan emas seperti cicilan emas, gadai emas, bank emas melalui BYOND, pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan syariah dan kolaborasi BSI Agen serta transaksi lainnya.

Selain itu, pihaknya juga memperluas kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM untuk memperkuat rantai ekonomi halal khususnya ekosistem pasar.

“Melalui program Semarak Pasar, sosialisasi layanan digital BSI bersama pedagang dan penggunaan e-channel BSI di antaranya BYOND by BSI, BSI QRIS, BSI EDC,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BRI Insurance Perkuat Unit Syariah untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Poin Penting BRI Insurance memperkuat sektor syariah sebagai kontribusi mendukung target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi… Read More

11 hours ago

Kasus Kredit Macet Sritex: Ironis, Kriminalisasi Bankir Ketika Kerugian Negara Belum Bisa Dihitung

Oleh Tim Infobank KREDIT macet tidak bisa masuk ranah pidana. Bahkan, dalam kesimpulan seminar Infobank… Read More

18 hours ago

Pameran Krista Interfood 2026 Tetap Digelar, Catat Lokasi dan Jadwal Terbaru

Poin Penting Krista Interfood 2026 dipastikan tetap digelar pada 4-7 November 2026 di NICE PIK… Read More

21 hours ago

Aset Kripto Makin Diminati, Pengguna Aktif PINTU Tumbuh 38 Persen di 2025

Poin Penting Pengguna aktif PINTU tumbuh 38% sepanjang 2025, didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi… Read More

1 day ago

9 Tips Membangun Kepercayaan Pelanggan dalam Strategi Pemasaran Bisnis

Poin Penting Kepercayaan pelanggan jadi kunci utama pemasaran, sehingga bisnis perlu membangun kredibilitas secara bertahap… Read More

1 day ago

Cuaca Tak Menentu, Kinerja Fintech Lending Berpotensi Terganggu

Poin Penting Cuaca ekstrem dan bencana alam mendorong kenaikan risiko kredit fintech lending, tecermin dari… Read More

1 day ago