News Update

Cara Bank Mega Syariah Rayakan Hari Pelanggan Nasional

Jakarta – Seluruh jajaran direksi Bank Mega Syariah turun langsung melayani nasabah dan mendengarkan masukan secara langsung di momen Hari Pelanggan Nasional 2024. Ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta mempererat hubungan antara bank dan nasabah.

Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mendengarkan masukan langsung dari nasabah terkait layanan Bank Mega Syariah di Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Mega Syariah, Jakarta Selatan. Dia juga memberikan bingkisan apresiasi kepada nasabah sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan nasabah dalam menggunakan layanan Bank Mega Syariah.

“Di hari yang spesial ini kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada nasabah atas kepercayaannya dalam menggunakan layanan finansial Bank Mega Syariah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang terbaik sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan menjadi mitra finansial yang dapat diandalkan baik hari ini maupun di masa depan,” ungkap Yuwono dikutip 6 September 2024.

Baca juga: Apresiasi Nasabah di Harpelnas 2024, BRI Life Lakukan Rangkaian Hal Ini

Hadirkan One Stop Sharia Financial Solution

Bank Mega Syariah menghadirkan MegaFirst Syariah, sebuah layanan eksklusif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan layanan finansial bagi nasabah premium.

Hadirnya priority banking atau layanan nasabah prioritas sebagai upaya memberikan layanan perbankan pribadi yang berkualitas, serta mengoptimalkan potensi investasi nasabah dengan tetap mengedepankan prinsip syariah.

Veronica Henny Sisilia, Product Development & Portfolio Management Division Head Bank Mega Syariah, mengungkapkan segmen priority banking di Indonesia memiliki potensi yang besar seiring dengan jumlah rekening nasabah kelas atas yang mengalami peningkatan.

Apalagi, bank umum syariah yang menawarkan layanan nasabah prioritas saat ini masih terbatas.Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan jumlah nasabah yang memiliki simpanan diatas Rp500 juta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Pada April 2024, jumlah rekening dengan nominal simpanan di atas Rp5 miliar tumbuh sebesar 8,8 persen year on year (yoy). Simpanan Rp2 miliar hingga Rp5 miliar naik 5,9 persen, Rp1 miliar hingga Rp2 miliar tumbuh 5,8 persen, sementara untuk rekening dengan simpanan di 500 juta hingga Rp1 miliar tumbuh 6,2 persen (yoy).

“Selain menghimpun dana dari pihak ketiga, kami melihat potensi besar dalam meningkatkan fee-based income melalui penjualan produk asuransi dan reksadana (mutual fund), yang sesuai dengan minat dan preferensi nasabah di segmen priority, salah satunya reksadana syariah yang akan segera diluncurkan,” ungkap Veronica.

Di hari yang sama saat peluncuran layanan priority banking MegaFirst Syariah, Bank Mega Syariah juga melakukan penandatangan kerjasama dengan salah satu Manager Investasi terbaik di Indonesia.

Kerja sama ini untuk melengkapi produk-produk Wealth Management guna memberikan diversifikasi produk investasi terbaik kepada nasabah, dan juga sebagai salah satu sumber generator fee-based income baru.

Hingga Juli 2024, fee based income (FBI) Bank Mega Syariah tumbuh cukup signifikan sebesar 25 persen secara year-on-year (yoy). Salah satu FBI tersebut berasal dari produk wealth management, khususnya produk bancassurance.

FBI dari bancassurance meningkat sebesar 47,99 persen pada Juli 2024 jika dibandingkan Juli 2023.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega Syariah per Juli 2024 mencapai Rp10,63 triliun, terus mengalami pertumbuhan yang positif sejak 2023.

Seiring dengan pertumbuhan DPK, porsi dana murah atau CASA juga mengalami kenaikan, menjadi 32,2 persen dari sebelumnya 29,8 persen pada Desember 2023.

Veronica melanjutkan, MegaFirst Syariah ditujukan untuk nasabah perorangan yang memiliki penempatan dana minimal Rp500 juta, baik dalam bentuk simpanan seperti tabungan, giro, atau deposito, maupun produk wealth management.

Baca juga: Rayakan Hari Pelanggan, ASABRI Berikan Layanan Istimewa kepada Peserta

Nasabah MegaFirst Syariah akan menikmati berbagai layanan dan keuntungan eksklusif, mulai dari personal relationship manager, akses gratis ke airport lounge, Hajj & Umrah Concierge, hingga konsultasi ziswaf (zakat, infaq, shodaqoh, dan waqaf) gratis bersama lembaga ZISWAF CTARSA dan berbagai keistimewaan lainnya.

“Bank Mega Syariah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan terlengkap dengan mengutamakan prinsip-prinsip syariah yaitu One Stop Sharia Financial Solution,” kata Veronica.

Layanan MegaFirst Syariah didukung oleh 14 priority banking center yang strategis dan tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, dan Makassar. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

20 mins ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

18 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

18 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

18 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

21 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

22 hours ago