Poin Penting
Jakarta – PT AIA Financial kembali menggelar Lokakarya Guru sebagai bagian dari program AIA Healthiest Schools periode 2025–2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peran sekolah dalam pendidikan kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas guru dan siswa dalam membangun lingkungan belajar yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Lokakarya tersebut berlangsung pada 29–30 Januari 2026 di sejumlah SD dan SMP di wilayah Jabodetabek, dengan melibatkan guru dan murid. Kegiatan ini mencakup kunjungan sekolah serta sesi workshop yang membahas perumusan tujuan program, strategi kegiatan, hingga indikator keberhasilan proyek sekolah sehat.
Penguatan pendidikan kesehatan di sekolah dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental dan kebiasaan hidup anak usia sekolah. Sejumlah studi menunjukkan bahwa kondisi kesehatan fisik dan mental siswa memiliki keterkaitan erat dengan konsentrasi belajar, kehadiran di sekolah, serta capaian akademik secara keseluruhan. Karena itu, pendekatan pendidikan yang menyentuh aspek kesehatan dipandang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran.
Baca juga: ADB Kucurkan Pinjaman USD500 Juta untuk Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Sosial RI
Di sisi lain, guru memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Namun, integrasi materi kesehatan ke dalam kegiatan belajar mengajar masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan sumber ajar hingga minimnya pelatihan yang aplikatif.
Melalui lokakarya ini, AIA mendorong penguatan kapasitas guru agar mampu merancang program sekolah yang terstruktur, relevan, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, AIA bersama para relawan dari internal perusahaan memberikan materi pembelajaran di kelas yang mencakup kesehatan mental, gaya hidup aktif, pola makan sehat, serta konsep keberlanjutan.
Selain sesi di kelas, para guru juga mengikuti workshop pengembangan proposal untuk membekali mereka dalam menyusun program sekolah yang inovatif dan terukur.
Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, menyampaikan bahwa pendidikan kesehatan di sekolah perlu dibangun sebagai kebiasaan bersama. Menurutnya, kolaborasi antara guru, siswa, dan komunitas sekolah menjadi kunci agar materi kesehatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi pengetahuan di ruang kelas.
Baca juga: Biaya Pendidikan Naik hingga 15 Persen per Tahun, BNI dan BNI Life Tawarkan Produk Ini
“Melalui AIA Healthiest Schools, AIA juga menyediakan materi pembelajaran yang dapat diakses secara gratis oleh guru SD dan SMP. Terdapat empat pilar utama yang dapat dimanfaatkan, yakni makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, serta sehat dan lestari, untuk memperkaya materi ajar di sekolah,” ujarnya, seperti dikutip, Minggu, 1 Februari 2026.
Selain penguatan kapasitas guru, program ini kembali menghadirkan kompetisi proyek sekolah sehat bagi SD dan SMP terpilih. Kompetisi tersebut menyediakan total hadiah senilai USD100.000 dalam bentuk fasilitas dan sarana pendidikan, sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan kondusif bagi siswa. (*) Ayu Utami
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More