Keuangan

Cara AI Menganalisis Trading Saham dan Kripto agar Cuan

Poin Penting

  • Pluang meluncurkan Aura AI, fitur analisis berbasis kecerdasan buatan pertama di Indonesia yang mampu mengolah lebih dari 1.000 aset, termasuk saham AS, ETF, dan kripto.
  • Aura AI menyediakan analisis fundamental, teknikal, tren pasar, serta sentimen secara real time, dengan machine learning yang membaca pola harga, volume, dan sentimen pasar.
  • Aura AI bersifat informatif dan tidak memberi rekomendasi jual-beli, sehingga investor tetap perlu riset mandiri dan menyesuaikan keputusan dengan strategi masing-masing.

Jakarta  – Teknologi AI semakin menjadi bagian penting dalam dunia trading saham dan kripto. Banyak trader mulai mengandalkan AI untuk membaca pola, memprediksi arah pasar, hingga mengelola risiko. Melihat tren tesebut, Pluang, meluncurkan Aura AI fitur berbasis AI pertama di Indonesia.

Director of Marketing and Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan menjelaskan, Aura AI adalah fitur berbasis AI yang memudahkan investor dan trader untuk menganalisis lebih dari 1.000 aset termasuk saham AS, ETF, dan kripto menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat. Trader juga dapat mengakses analisis fundamental, teknikal, serta tren pasar yang diperbarui secara berkala.

“Melalui teknologi AI yang cerdas ini, Aura AI membantu menyajikan data keuangan, tren pasar, serta analisis fundamental dan teknikal secara real time—disajikan ringkas namun tetap akurat. Dengan demikian, investor dapat mengambil keputusan investasi dan melakukan trading saham maupun crypto dengan lebih cepat dan berbasis data,” ujar Andreas dikutip 27 November 2025.

Baca juga: ETF hingga Tokenisasi RWA Disebut Jadi Narasi Penentu Masa Depan Industri Kripto

Secara sederhana, teknologi AI mengumpulkan data harga, volume, dan sentimen pasar dari berbagai sumber.

Fitur utama yang membedakan aplikasi trading AI berkualitas adalah kemampuannya dalam membaca data pasar secara up-to-date dan memberikan analisis berbasis machine learning.

Di Pluang, Aura AI mengolah ribuan data harga, volume, serta sentimen pasar dari berbagai sumber, baik lokal maupun global, untuk kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk mengenali pola tertentu, seperti tren naik atau turun yang berulang di pasar dan memberikan insight terkini terkait saham, ETF, dan aset crypto.

Dengan teknologi ini, AI dapat dapat memberikan gambaran sentimen dari setiap aspek yang dianalisis, apakah aset crypto atau saham tersebut sedang mengalami tren bullish/bearish dan pengguna dapat mengambil keputusan trading berbasis data dengan lebih cepat.

Adapun AI dalam trading merujuk pada pemanfaatan algoritma cerdas yang dapat mempelajari data pasar secara otomatis untuk mendukung proses analisis. Beberapa sistem AI bahkan mampu melakukan prediksi hingga mengeksekusi transaksi secara mandiri. 

Tidak seperti algoritma tradisional yang bekerja berdasarkan aturan tetap, AI dapat beradaptasi, belajar dari data historis, dan merespons kondisi pasar yang terus berubah.

Teknologi ini mencakup machine learning, deep learning, hingga natural language processing (NLP) untuk membaca sentimen pasar dari berbagai sumber, seperti berita maupun media sosial.

Baca juga: OJK Catat Nilai Transaksi Aset Kripto Naik 27,64 Persen Jadi Rp49,28 T di Oktober 2025

Sebagai catatan, meskipun Aura AI memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan layaknya ChatGPT, Grok, atau Claude yang dikenal luas dalam dunia AI generatif, fitur ini tidak memberikan rekomendasi beli atau jual secara langsung atas aset apa pun.

Analisis yang disajikan oleh Aura AI bersifat informatif, diolah dari data internal maupun sumber pihak ketiga, dan bertujuan membantu pengguna memahami dinamika aset dengan lebih baik.

“Investor tetap disarankan untuk menggunakan insight dari Aura AI sebagai referensi tambahan, melakukan riset mandiri, serta menyesuaikan dengan strategi investasi pribadi. Jika diperlukan, konsultasikan keputusan investasi dengan penasihat keuangan berlisensi,” jelas Andreas. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More

37 mins ago

Update Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Senin, 12 Januari 2026

Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More

60 mins ago

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

5 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

14 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

20 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

21 hours ago