Capai Target, WSBP Kantongi Kontrak Baru Rp2,37 Triliun Sepanjang 2024

Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaporkan bahwa sepanjang 2024 mencatatkan total Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp2,37 triliun. Raihan ini berhasil mencapai target 2024.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menyatakan bahwa, pencapaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 36 persen dibandingkan NKB tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp1,74 triliun.

“Kami sangat bangga atas capaian ini. Dengan pencapaian NKB sebesar Rp2,37 triliun, WSBP tidak hanya berhasil mencapai target tahunan, tetapi juga menunjukkan bahwa strategi bisnis kami berhasil dalam menghadapi berbagai tantangan pasar di 2024. Hal ini menjadi bukti kuat atas komitmen kami untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelanggan dan mitra kerja,” ujar Fandy dikutip, 22 Januari 2025.

Rinciannya, peningkatan NKB ini diraih melalui penjualan tiga lini bisnis utama WSBP, yaitu Produk Readymix, Precast, dan Jasa Konstruksi. Lini bisnis Readymix menyumbang NKB terbesar dengan Rp913,17 miliar, diikuti Beton Precast sebesar Rp881,09 miliar, dan Jasa Konstruksi Rp574,50 miliar.

Baca juga: Dukung Efisiensi Pertanian, WSBP Rampungkan Proyek Irigasi Kandanghaur

Capaian ini berhasil WSBP raih melalui berbagai proyek besar yang berkontribusi signifikan terhadap pencapaian NKB WSBP di 2024. Salah satunya Proyek Pembangunan Container Yard dan Infrastruktur Pendukung di Pelabuhan Batu Ampar, Batam milik PT Persero Batam senilai Rp391,71 miliar dengan lingkup pekerjaan jasa konstruksi untuk mendukung pengelolaan pelabuhan yang lebih modern dan efisien.

Tidak hanya itu, ada pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3B senilai Rp187 miliar, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai dengan nilai kontrak Rp68,2 miliar.

Lalu, proyek pembangunan Gedung Universitas Persatuan Islam (UNIPI) senilai Rp105,5 miliar, proyek konstruksi Tembok Penahan Jembatan Enim I-II di Sumatera Selatan senilai Rp71,8 miliar, dan berbagai proyek lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Waskita Beton Precast Raih Kontrak Baru Rp2,22 Triliun per November 2024, Ini Rinciannya

Adapun, pada periode ini, komposisi proyek yang diperoleh mayoritas berasal dari pelanggan eksternal, seperti Pemerintah, BUMN/BUMD, dan Perusahaan Swasta lainnya) sebesar 62,65 persen dan dilengkapi perolehan dari internal, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk) sebesar 37,35 persen.

Komposisi perolehan proyek WSBP pada tahun 2024 yang mayoritas berasal dari pelanggan eksternal. Ini mencerminkan kemampuan WSBP dalam memperluas pangsa pasar dan menjaga daya saing di pasar eksternal. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago