Categories: Nasional

Calon Peserta SBMPTN Bisa Bayar Lewat BNI

Jakarta–Calon peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 dapat melakukan pembayaran biaya pendaftaran melalui PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk menyelesaikan proses pendaftaran online-nya, mulai 25 April 2016 hingga 9 Mei 2016.

Pembayaran tersebut dapat dilakukan secara tunai melalui teller di lebih dari 1.800 outlet BNI, menggunakan BNI ATM, SMS Banking dan melalui fasilitas Keagenan.

Terpilihnya BNI menjadi salah satu dari dua bank yang melayani pendaftaran SBMPTN ditetapkan di Jakarta oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Mohamad Nasir, di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2016. Bersama dengan penetapan itu dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ketua Panitia Pusat SBMPTN Rochmat Wahab dengan Direktur Jaringan & Layanan BNI Adi Sulistyowati.

Adi Sulistyowati mengungkapkan, pembayaran biaya pendaftaran SBMPTN di BNI ATM dapat dilakukan setelah calon peserta mendapatkan kode pembayaran pada proses pendaftaran online. Jika calon peserta mendatangi kantor cabang BNI terdekat, pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau pemindahbukuan (transfer). Untuk pembayaran secara tunai, calon peserta tidak perlu mengisi slip apapun, cukup menyebutkan Kode Pembayaran SBMPTN 2016 kepada Teller BNI atau menyerahkan slip pembayaran biaya seleksi SBMPTN 2016 yang diperoleh setelah melakukan pendaftaran di laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id.

Adapun untuk pembayaran secara pemindahbukuan, calon peserta dapat melengkapi “Formulir Pemindahbukuan”. Setelah dilakukan pembayaran, Teller akan menyerahkan bukti bayar kepada calon peserta.

SBMPTN 2016 penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN  dilakukan melalui ujian tertulis secara nasional. Proses ini kembali dilakukan pada seleksi mahasiswa baru tahun 2016 karena SBMPTN dinilai dapat memberikan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Pada tahun 2016, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis  SBMPTN 2016 yang dapat diikuti oleh siswa lulusan pendidikan menengah (SMA/ MA/ SMK/ MAK) dan sederajat, termasuk Paket C tahun 2014, 2015, dan  2016. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang sains dan teknologi (saintek) dan/atau bidang sosial dan humaniora (soshum).

Biaya seleksi ditanggung oleh peserta sebesar Rp 200.000. Biaya seleksi dapat dibayarkan melalui BNI sebagai bank mitra. Biaya seleksi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

23 seconds ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

57 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago