Jakarta – Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) telah memilih sebanyak 155 calon untuk tahapan pertama. Menanggapi hal ini, Direktur Riset Center of Reform Economic (CORE) Piter Abdullah mengungkapkan, calon-calon yang dipilih oleh Pansel sejauh ini tercatat memiliki kapasitas dan integritas yang baik.
“Saya kira nama-nama yang muncul sangat menggembirakan. Mereka yang lolos tahap I adalah yang kita kenal memiliki kapasitas mumpuni, memiliki pengalaman dan jejak integritas yg baik,” tulis Piter ketika dihubungi oleh Infobank pada Senin, 31 Januari 2022.
Sementara itu, Ekonom INDEF Eko Listiyanto juga menilai, banyak kandidat yang kompeten untuk menjadi DK OJK ke depan, baik dari kalangan akademisi, birokrat, maupun praktisi. Ia berharap calon DK OJK bisa mendorong kebijakan yang memperkuat sektor keuangan Indonesia.
“Harapannya, figur yang terpilih memiliki visi ke depan untuk mendorong lembaga ini melahirkan kebijakan-kebijakan yang memperkuat interrelasi sektor keuangan dengan sektor riil, seperti kredit ke sektor prioritas PDB yang meningkat (UMKM, Industri, Pertanian),” ucapnya.
Lebih jauh, Piter juga menyebutkan beberapa nama yang dirasa memiliki potensial untuk menjadi DK OJK selanjutnya. Nama-nama tersebut antara lain, (I) Mirza Adityaswara, Direktur Utama, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), (II) Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, (III) Inarno Djajadi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, (IV) Anto Prabowo, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat Dan Logistik, OJK, (V) Moch. Ihsanuddin, Deputi Komisioner Pengawas IKNB II, OJK.
Selanjutnya, (VI) Agusman, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Audit Intern BI, (VII) Sophia Issabella Watimena, Executive Advisor Inalum, (VIII) Muhammad Edhie Purnawan, Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia, (IX) Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More