News Update

Calon DG-BI Doni P Joewono Fokus Dorong Digitalisasi Daerah

Jakarta – Komisi XI DPR RI pada hari ini (8/7) melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono.

Dalam paparannya yang mengusung tema Penguatan Peran BI Menuju Indonesia Maju dan Berdaya Tahan, Doni memiliki visi misi untuk mewujudkan perekonomian Indonesia yang tumbuh tinggi, berdaya tahan, dan inklusif melalui penetapan dan pengimplementasian kebijakan yang efektif, sinergis, dan istiqomah, menuju Indonesia maju.

Dari berbagai strategi yang akan dilakukan, Doni yakin yang terpenting saat kondisi pandemi ini ialah elektronifikasi atau keuangan digital untuk tetap menjalankan roda perekonomian nasional.

“Mengoptimalkan kebijakan sistem pembayaran Indonesia, dengan membentuk ekosistem digital yang sehat, percepatan pertumbuhan ekonomi dan menjamin pelaksanaan tugas dan kewenangan BI,” ujar Doni saat menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Rabu 8 Juli 2020.

Selain digitalisasi pada sistem pembayaran, elektronifikasi pada sekror pemerintah daerah juga dinilai dapat terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karena itu pihaknya akan mendorong digitalisasi di sejumlah daerah. 

“Elektronifikasi pemda ini dapat meningkatkan PAD melalui governance dan melalui elektronifikasi, PAD bisa meningkat, transportasi juga bisa melakukan elektronifikasi di daerah-daerah. QRIS akan terus kami dorong sebagai sarana pembayaran yang terstandarisasi,” jelas Doni.

Sebagai informasi saja, sebelumnya Komisi XI telah melakukan fit and proper test terhadap dua calon Deputi Gubernur BI. Pada jadwal pertama, fit and proper test dijalankan oleh Juda Agung dilanjutkan oleh Aida S. Budiman kemudian Doni Primanto Joewono.

Ketiga nama tersebut merupakan kandidat Deputi Gubernur BI yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk selanjutnya dipilih DPR. Ketiga calon DG-BI tersebut nantinya akan dipilih satu nama untuk menggantikan posisi Erwin Rijanto yang masa jabatannya berakhir pada 17 Juni 2020. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More

53 mins ago

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

1 hour ago

Jelang Long Weekend Paskah, IHSG Kembali Ditutup Merosot 2 Persen Lebih ke Posisi 7.026

Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More

2 hours ago

BSI Pastikan Layanan Perbankan di Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetap Berjalan

Poin Penting Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala… Read More

2 hours ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah 2025 Tembus Rp3.100 Triliun, Naik 8,61 Persen

Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More

2 hours ago

KPP Supply Bank BPD Bali Tembus Rp44,40 Miliar di Awal 2026

Poin Penting Penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Bank BPD Bali tumbuh signifikan, dengan sisi supply… Read More

2 hours ago