Moneter dan Fiskal

Cadangan Devisa RI Stabil di USD152,5 Miliar, Cerminkan Pemulihan

Jakarta – Cadangan Devisa Indonesia pada Mei 2025 tercatat stabil sebesar USD152,5 miliar. Angka ini tidak berubah dari bulan sebelumnya, April 2025, setelah sebelumnya menurun pada Maret 2025, yang saat itu berada di level USD157,1 miliar.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, membaiknya sentimen global membuka ruang bagi penguatan rupiah dan pemulihan cadangan devisa Indonesia.

Andry menjelaskan, sentimen pasar global mulai membaik menyusul dialog baru antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Hal ini terjadi karena pejabat senior dari kedua negara melanjutkan negosiasi perdagangan untuk meredakan ketegangan dan meninjau kembali kebijakan tarif.

“Pembicaraan ini telah membantu meredakan kekhawatiran di pasar global dan memulihkan kepercayaan di pasar,” kata Andry dalam keterangannya, Selasa, 10 Juni 2025.

Baca juga: Cadangan Devisa RI Mei 2025 Stabil di USD152,5 Miliar, Ini Penjelasan BI

Andry menambahkan, pergeseran sentimen global ini dapat mendorong investor untuk menempatkan investasinya pada instrumen dengan risiko yang lebih besar, dan membuka jalan bagi aliran modal yang lebih seimbang ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.

“Seiring meredanya tekanan eksternal, rupiah dapat memperoleh keuntungan dari posisi investor yang lebih baik, sementara tekanan pada cadangan devisa kemungkinan akan mereda,” tandasnya.

Baca juga: Optimalkan Devisa Ekspor, BRI Dukung Regulasi Baru DHE SDA

Andry mencatat, data terbaru menunjukkan bahwa rupiah hanya terdepresiasi sekitar 1 persen hingga hari ini, menandai pemulihan signifikan dari depresiasi hingga 4 persen pada awal tahun ini.

“Sehingga, kami mempertahankan proyeksi kami bahwa cadangan devisa akan berkisar antara USD 155–160 miliar pada akhir tahun 2025,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

6 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

11 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

12 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

13 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

23 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

24 hours ago