Categories: Perbankan

Cabang BNI Korsel dan Myanmar Siap Beroperasi

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI siap meluaskan operasionalnya ke beberapa negara di kawasan Asia dengan membuka Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) seperti di Korea Selatan (Korsel) dan Myanmar. Pasalnya, kedua cabang ini sudah siap untuk beroperasi.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Keuangan BNI, Rico Rizal Budidarmo di Jakarta, Kamis, 31 Desember 2015. Menurutnya, kantor cabang BNI yang dibuka di Seoul, Korea Selatan itu, sudah mendapatkan izin dari pihak Financial Supervisory Commission (FSC).

“Sudah dapat izinnya, kalau korea License itu pada saat 4 November 2015 kita dapat dari FSC, kita sudah beroperasi,” ujarnya.

Kantor cabang BNI yang berada di kawasan bisnis di Gedung Wise Tower, Namdaemunno, Jung-go, Seoul tersebut, kata Rico, sudah mulai beroperasi dan memiliki sumber daya manusia (SDM) sekitar 8 orang. Hal ini bertujuan untuk mendukung layanan perbankan.

“Kita sudah ada 8 orang, sudah beroperasi untuk mendukung orang di sana. Orang Korea kan sekarang di Indonesia meningkat, mereka ahli bangun gedung, bikin sepatu, bisnis yang berhubungan dengan konsumer,” tukasnya.

Sedangkan untuk kantor cabang di Myanmar, lanjut dia, juga sudah hampir dalam tahap selesai. Rico mengungkapkan, dengan membuka kantor cabang di Myanmar, maka memudahkan orang Indonesia untuk melakukan transaksi perbankan seperti pengiriman uang.

“Myanmar sudah selesai, Licensenya sudah ada dari Agustus 2015 ini, izin red office. Kenapa kita pilih Myamar, karena memang banyak BUMN kita yang dapat pekerjaan di sana,” tukas Rico.

Sebelumnya, Rico juga pernah mengungkapkan, bahwa bisnis cabang perseroan di luar negeri berada di tiga area utama, yakni surat berharga, perdagangan, dan pinjaman. Kantor cabang yang dibuka di  Korea Selatan dan Myanmar tersebut, akan lebih banyak melakukan bisnis di bidang perdagangan dan pinjaman.

Selain Korea Selatan dan Myanmar, perseroan juga tengah melakukan kajian untuk membuka kantor cabang di kawasan Timur Tengah. Perseroan pun juga memperoleh permintaan untuk membuka kantor cabang di beberapa negara lain, salah satunya adalah Australia.

Namun demikian, kata Rico, perseroan menganut filosofi di mana pengoperasian kantor cabang harus mendukung bisnis Indonesia di negara tersebut. “Potensi akan mengikuti pergerakan bagaimana bisnis antara lain oleh nasabah atau nasabah non BNI yang sudah beroperasi di luar negeri kita akan ikuti,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

Jasindo Ingatkan Pentingnya Proteksi Rumah dan Kendaraan Selama Libur Nataru

Poin Penting Menurut Asuransi Jasindo mobilitas tinggi memicu potensi kecelakaan dan kejahatan, sehingga perlindungan risiko… Read More

14 hours ago

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Selamatkan Kekayaan Negara

Poin Penting Pemerintah menyelamatkan lebih dari Rp6,6 triliun keuangan negara, sebagai langkah awal komitmen Presiden… Read More

14 hours ago

Bank Mandiri Berikan Relaksasi Kredit Nasabah Terdampak Bencana Sumatra

Poin Penting Bank Mandiri menerapkan perlakuan khusus kredit bagi debitur terdampak bencana di Aceh, Sumut,… Read More

15 hours ago

Kredit BNI November 2025 Tumbuh di Atas Rata-rata Industri

Poin Penting BNI menyalurkan kredit Rp822,59 triliun per November 2025, naik 11,23 persen yoy—melampaui pertumbuhan… Read More

16 hours ago

Cek Jadwal Operasional BSI Selama Libur Nataru 2025-2026

Poin Penting BSI menyiagakan 348 kantor cabang di seluruh Indonesia selama libur Natal 2025 dan… Read More

16 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Merosot, Antam Naik

Poin Penting Harga emas Pegadaian turun jelang libur Nataru 2025/2026, dengan emas Galeri24 turun Rp22.000… Read More

19 hours ago