Plt Kepala BPS Amalia A. Widyasanti
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas cabai rawit dan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi Juli 2024.
“Komoditas cabe rawit dan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi Juli 2024 dengan tingkat inflasi masing-masing sebesar 14,28% dan 1,21%,” kata Plt Kepala BPS Amalia A. Widyasanti, dalam rilis BPS yang disiarkan secara daring, Kamis, 1 Agustus 2024.
Ia mengatakan, tingkat inflasi komoditas cabe rawit dan emas perhiasan Juli 2024 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca juga: Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Bitcoin Cs Menghijau
Lebih lanjut, meski persentase inflasi emas perhiasan lebih kecil dibanding cabe rawit namun tetap memberikan dampak terhadap inflasi secara keseluruhan dengan ansil inflasi 0,01%
“Inflasi komoditas emas perhiasan juga mengalami inflasi selama sebelas bulan berturut-turut hingga Juli 2024. Hal ini karena meningkatnya harga emas di pasar global,” jelasnya.
Baca juga : Sri Mulyani Klaim Inflasi RI Pasca Covid-19 Lebih Baik dari Negara Lain
Diketahui harga emas Antam logam mulia per Rabu, 31 Juli 2024 naik kembali jika dibanding hari sebelumnya. Misalnya saja, untuk harga aling kecil mulai dari 0,5 gram dibanderol Rp 756,000.
Di mana, harga emas Antam tersebut naik Rp6.000 dari hari Selasa (30/7/2024). Begitu juga untuk harga emas Antam ukuran 1 gram ikut naik menjadi Rp1.412.000 diluar pajak.
Adapun, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp12.000 dari Rp 1,400,000 pada Selasa kemarin. (*)
Editor : Galih Pratama
Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More
Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More
Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More