Ilustrasi - Gedung Bank Woori Saudara. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Woori Saudara (BWS) tengah menerapkan strategi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan transaksi melalui serangkaian inovasi produk dan promosi sepanjang 2025.
Salah satu upaya terbaru BWS dalam menghimpun DPK dilakukan melalui peluncuran Program Deposito Optima dan Program Kado yang menawarkan suku bunga kompetitif guna menarik minat nasabah.
Program ini menyasar nasabah individu dan korporasi dengan skema bunga bertingkat hingga 5,1 persen per tahun untuk tenor 3 dan 6 bulan, setoran awal mulai Rp50 juta dan Rp500 juta, serta berlaku hingga 31 Desember 2025, Langkah ini menjadi bagian dari upaya BWS menjaga kualitas struktur pendanaan.
Menurut analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, pendekatan tersebut mencerminkan strategi bank dalam menjaga keseimbangan antara daya tarik bunga dan kualitas struktur pendanaan.
Selain itu, BWS juga melengkapi strategi pendanaannya melalui Program Kado yang diarahkan untuk memperluas basis dana pada rekening dalam mata uang rupiah maupun dolar AS.
Baca juga: Usai Diganjar Penghargaan Infobank, BWS Komitmen Terus Genjot Inovasi
Program tersebut dinilai sebagai upaya bank untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah dengan profil dana dan eksposur valuta asing yang beragam, sekaligus memperkuat fleksibilitas struktur pendanaan.
Tak hanya fokus pada strategi penghimpunan dana, BWS juga menggenjot bisnis transaction banking melalui berbagai promosi dan inovasi layanan yang berlaku hingga akhir 2025.
Salah satu program terbaru adalah Naru Telkomsel yang diluncurkan untuk menyambut momentum Natal dan Tahun Baru.
Melalui program tersebut, BWS menyediakan cashback untuk 1.300 transaksi pertama pembelian pulsa Telkomsel yang berlaku pada periode 1-30 Desember 2025.
Promosi lainnya yang berlangsung hingga akhir tahun ini adalah diskon hingga 20 persen bagi nasabah yang bertransaksi di Optik Melawai menggunakan QRIS BWS Mobile dan kartu ATM/Debit BWS.
Baca juga: Wacana Bunga Deposito Valas Naik, BWS Sudah Amankan Likuiditas Berbiaya Rendah
Sementara itu, program promosi dengan masa berlaku lebih panjang, yakni 1 Desember 2025 hingga 1 Desember 2026, berupa diskon layanan laboratorium Kimia Farma hingga 28 persen bagi nasabah pengguna BWS Mobile.
Strategi funding dan transaction banking yang dijalankan BWS melalui inovasi produk dan promosi dinilai sebagai respons terhadap dinamika persaingan industri, khususnya bagi bank dengan skala operasi lebih kecil dibandingkan bank-bank besar (big banks).
Bank-bank menerapkan funding strategi masing-masing untuk meningkatkan DPK dengan bunga kompetitif untuk menarik minat nasabah.
Sementara itu, transaction banking digenjot supaya bisa dimonetisasi untuk fee based income ke depannya.
“Untuk smaller banks agar tetap kompetitif di industri, mereka harus berinovasi memberikan produk dan layanan yang relevan agar DPK tetap bisa tumbuh," ujar Rizal Rafly, dalam keterangannya, Selasa (23/12).
Baca juga: Bayangkan! Industri Leasing & Perbankan Tanpa Debt Collector, Babak Belur “Ditabrak” Kredit Macet Lalu Krisis
Ia menambahkan, transaction banking menjadi penting bagi bank-bank berskala kecil dan menengah untuk mendiversifikasi pendapatan, tidak hanya bergantung pada pendapatan bunga.
Menurutnya, salah satu kunci sukses bagi bank skala kecil-menengah untuk bisa kompetitif di segmen transaction banking adalah dengan membentuk ekosistem atau kerja sama kemitraan. (DW)
Page: 1 2
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More