News Update

Buyback Saham, Allo Bank Siapkan Dana Rp60,65 Miliar

Poin Penting

  • Allo Bank melanjutkan aksi buyback saham dengan menyiapkan dana Rp60,65 miliar di tengah pasar yang berfluktuasi.
  • Dana tersebut merupakan bagian dari alokasi buyback Rp200 miliar yang disiapkan sejak Oktober 2025, dengan realisasi sebelumnya Rp119,37 miliar.
  • Manajemen menegaskan buyback dilakukan tanpa RUPS dan tidak berdampak material pada likuiditas maupun operasional perseroan.

Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) kembali melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi. Dalam aksi ini, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp60,65 miliar. 

Berdasarkan Keterbukaan Informasi, Jumat (30/1), manajemen Allo Bank menyampaikan, dana tersebut merupakan bagian dari total alokasi buyback senilai Rp200 miliar yang telah disiapkan Allo Bank sejak Oktober 2025.

“Perseroan merencanakan untuk kembali melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sesuai POJK 13/2023, Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 dan Surat OJK No. S-102/D.04/2025 perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan,” kata Corporate Secretary & PMO Division Head Alloh Bank, Stacey Aryadi Suryoputro.

Baca juga: Allo Bank dan Bank Mega Salurkan Rp3,7 Triliun untuk Fasilitas Plasma Darah Indonesia

Aksi buyback saham Allo Bank ini merupakan kelanjutan dari pembelian kembali yang telah dilakukan sejak 30 Oktober 2025 hingga 29 Januari 2026 dengan nilai mencapai Rp119,37 miliar.

Manajemen menyebutkan, pelaksanaan buyback tersebut dilakukan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023.

Baca juga: Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri Imbas IHSG Ambruk Dua Hari Beruntun

Emiten perbankan digital milik CT Corp ini pun meyakini bahwa aksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, likuiditas maupun pertumbuhan usaha Perseroan.

“Saat ini Perseroan memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta pembelian kembali saham,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ironi Kasus Kredit Macet Sritex: Bankir Jadi Tersangka, Pelaku Rekayasa Keuangan Bebas Berkeliaran

Oleh Tim Infobank ADA sebuah adagium lama dalam dunia perbankan: perbankan adalah industri yang dibangun… Read More

1 hour ago

Tantangan OJK ke Depan: Paling Utama Soal Independensi dan “Tangan Kotor” Politik Kekuasaan

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.391

Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level 7.391,65 pada awal perdagangan (12/3),… Read More

4 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (12/3): Antam Anjlok, Galeri24 dan UBS Kompak Naik

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp15.000 menjadi Rp3.098.000 per gram Harga emas… Read More

4 hours ago

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Rentang 7.300-7.350

Poin Penting IHSG diproyeksi melemah menguji level 7.300–7.350 setelah ditutup turun 0,69 persen ke 7.389,40… Read More

4 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.902 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah di pembukaan perdagangan Kamis (12/3) ke level Rp16.902 per dolar AS,… Read More

4 hours ago