Poin Penting
Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) kembali melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi. Dalam aksi ini, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp60,65 miliar.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi, Jumat (30/1), manajemen Allo Bank menyampaikan, dana tersebut merupakan bagian dari total alokasi buyback senilai Rp200 miliar yang telah disiapkan Allo Bank sejak Oktober 2025.
“Perseroan merencanakan untuk kembali melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sesuai POJK 13/2023, Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 dan Surat OJK No. S-102/D.04/2025 perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan,” kata Corporate Secretary & PMO Division Head Alloh Bank, Stacey Aryadi Suryoputro.
Baca juga: Allo Bank dan Bank Mega Salurkan Rp3,7 Triliun untuk Fasilitas Plasma Darah Indonesia
Aksi buyback saham Allo Bank ini merupakan kelanjutan dari pembelian kembali yang telah dilakukan sejak 30 Oktober 2025 hingga 29 Januari 2026 dengan nilai mencapai Rp119,37 miliar.
Manajemen menyebutkan, pelaksanaan buyback tersebut dilakukan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023.
Baca juga: Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri Imbas IHSG Ambruk Dua Hari Beruntun
Emiten perbankan digital milik CT Corp ini pun meyakini bahwa aksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, likuiditas maupun pertumbuhan usaha Perseroan.
“Saat ini Perseroan memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta pembelian kembali saham,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PPATK mengendus dugaan penyamaran omzet Rp12,49 triliun di sektor perdagangan tekstil dengan memanfaatkan… Read More
Poin Penting Pemerintah menegaskan kebijakan menaikkan free float dari 7,5 persen ke 15 persen tidak… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan terbuka menjadi pemegang saham BEI jika proses demutualisasi terealisasi, sejalan praktik… Read More
Poin Penting Nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai USD41,4 miliar, didominasi makanan dan minuman halal… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,18% ke level 8.329 pada perdagangan 30 Januari 2026 dengan… Read More
Poin Penting Melalui program TJSL Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan… Read More