Pertama, dirinya melihat, bahwa faktor global menjadi salah satu hal yang menjadi penghambat. Kebijakan pembatasan ekonomi Amerika Serikat (AS) oleh Donald Trump bisa menjadi ancaman beberapa negara mitranya.
Selain itu, kekhawatiran terhadap pengaruh dari China. Jika China terkena dampak signifikan dari kebijakan Trump maka ini bisa turut mempengaruhi volume perdagangan Indonesia ke China, alhasil pertumbuhan ekonomi RI sulit ditingkatkan.
(Baca juga: Pemerintah Yakin BUMDes Dorong Perekonomian Desa)
Kedua, lanjut dia, dari faktor domestik. Beberapa tekanan akan terjadi terhadap inflasi pada 2017. Ini lebih dikarenakan akan ada kenaikan harga listrik, cukai rokok, BBM dan beberapa hal lainnya.
“Belum lagi faktor Pilkada, ini menjadikan para investor lebih memilih wait and see sebelum taruh dananya di beberapa daerah di Indonesia,” ucapnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kembali naik dua hari beruntun pada 9 April 2026,… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih berpeluang menguat ke kisaran 7.323–7.450, dengan asumsi telah menyelesaikan wave… Read More
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More