Bursa Wall Street Ditutup Melemah, Ternyata Ini Pemicunya

Jakarta – Panin Sekuritas mencatat bursa Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah yang terlihat dari Dow Jones turun 1,48 persen, S&P 500 melemah 1,76 persen, dan Nasdaq merosot 2,64 persen.

Manajemen Panin Sekuritas menjelaskan, pergerakan yang melemah itu dipicu oleh para investor yang merespons negatif potensi pembalasan dari negara lain, pasca penerapan tarif sebesar 25 persen untuk Meksiko dan Kanada yang akan diterapkan hari ini (4/3).

“Presiden Trump juga menginformasikan tidak ada ruang negosiasi untuk dua negara tersebut, di mana sebelumnya Commerce Secretary, Howard Lutnick menginformasikan bahwa tarif ini masih dapat berubah. Sebagai tambahan, pemerintah Amerika Serikat (AS) juga menerapkan tambahan 10 persen untuk barang dari China,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 4 Maret 2025.

Baca juga: 391 Saham Merah, IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Melemah

Sejalan dengan Wall Street, bursa Asia pagi ini dibukan variatif, dengan indeks Jepang turun 1,47 persen, Shanghai melemah 0,12 persen, dan Singapura merosot 0,30 persen. Sementara Hongkong menguat 0,28 persen.

Secara umum, pasar Asia merespons negatif terkait meningkatnya tensi dagang. Tidak hanya itu, beberapa data yang telah rilis kurang positif, di mana penjualan ritel di Korea Selatan turun 0,6 persen MoM pada Januari 2025, lalu tingkat pengangguran di Jepang naik ke 2,5 persen pada Januari 2025.

Baca juga: OJK dan BEI Sepakat Rem Short Selling, Buyback Tanpa RUPS Dikaji

Adapun, untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup meningkat ke posisi 6.519,65 dari dibuka pada level 6.270,59 atau naik hingga 3,97 persen, pada perdagangan kemarin (3/3).

Peningkatan tersebut disebabkan oleh valuasi yang atraktif, namun patut dicermati terkait dengan masih berlanjutnya outflow dana asing. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

2 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

3 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

5 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

5 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

6 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

6 hours ago