Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham (unsuspend) PT Intikeramik Alamsari Tbk (IKAI ) pada pasar reguler dan tunai mulai perdagangan sesi I Kamis, 4 Januari 2018.
Berdasarkan pantauan hari ini, saham emiten produsen keramik itu hingga pukul 11.00 WIB, mengalami kenaikan 25 point atau 34,2 persen ke level 98 dengan nilai transaksi Rp147,6 juta dan volume transaksi sebanyak 15.099 lot.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, Goklas Tambunan mengatakan, pencabutan tersebut didasarkan atas pertimbangan surat manajemen IKAI nomor 013/IKAI/VII/2017 tanggal 18 Juli 2017 perihal hasil rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa.
“Maka bursa melakukan pencabutan suspend pada semua pasar mulai sesi I perdagangan tanggal 15 Juni 2017,” ujar Goklas seperti dikutip dari laman BEI, di Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.
Sebelumnya, operator pasar modal, dalam hal ini PT Bursa Efek Indonesia memperpanjang penghentian sementara perdagangan (suspend) IKAI dipasar reguler dan tunai karena belum membayar biaya pencatatan perdagangan atau listing tahunan sejak 2 Mei 2017.
Asal tahu saja, biaya listing tahunan diatur dalam ketentuan VII.4.2. Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.
Diatur bahwa biaya listing saham tahunan wajib dibayar dimuka oleh perusahaan tercatat untukmasa 12 bulan terhitung sejak Januari hinga Desember dan diterima oleh bursa di rekening bank bursa paling lambat pada hari bursa terakhir pada bulan Januari.
Pada butir II.3 Peraturan I-H Tentang Sanksi dalam hal emiten dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening bursa selambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh bursa.
Apabila emiten tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka bursa dapat menghentikan sementara perdagangan saham emiten di pasar reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya listing tahunan dan denda tersebut. (*)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More