Categories: Market Update

Bursa Belum Bisa Jamin Kapan Suspend Trikomsel Dibuka

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) belum bisa memastikan kapan penghentian sementara perdagangan efek (suspensi) PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) akan dicabut.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat,mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan terkait dengan perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang dilayangkan PT Gapura Artha Semesta oleh Pengadilan Negeri/Niaga Jakarta Pusat.

Selain itu, hingga saat ini pihak Bursa masih menunggu hasil negoisasi yang dilakukam perseroan dengan kreditur.

“Kita kan sudah minta keterangan dari perusahaan. Sekarangkan sebagian krediturnya sedang melakukan pembicaraan dan mungkin bisa tidak diselesaikan melalui pengadilan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2016.

Sekedar informasi, kasus ini muncul setelah ketidaksanggupan perseroan untuk membayar surat utang atau obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2016 dan 2017.

Perseroan telah memperoleh surat Pengadilan Negeri/Niaga Jakarta Pusat tertanggal 17 Desember 2015 perihal panggilan sidang menghadap dalam PKPU Nomor.98/Pdt.Sus/PKPU/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Trikomsel Oke Karnadi Widodo mengatakan panggilan sidang tersebut terkait perkara PKPU yang diajukan oleh salah satu kreditur perseroan.

Menurut Karnadi, sebagaimana keterbukaan informasi perseroan kepada publik melalui surat No.073/CST-TRIO/2015 tanggal 13 Oktober 2015, saat ini perseroan dalam proses restrukturisasi utang kepada semua krediturnya.

Surat utang itu yang pertama sebesar 115 juta dolar Singapura dengan bunga 5,25% dan jatuh tempo pada Mei 2016. Dan kedua sebesar 100 juta dolar Singapura dengan bunga 7,875% yang jatuh tempo pada Juni 2017. (*) Dwitya Putra

Apriyani

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago