News Update

Bupati Sekadau Dukung Investasi Sawit karena Berdayakan Masyarakat dan Buka Lapangan Kerja

Jakarta — Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) selenggarakan Forum Pemikiran Strategis Nasional untuk membahas strategi penguatan sawit rakyat dalam membangun ekosistem yang berkeadilan, partisipatif, dan berkelanjutan di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (27/5).

Hadir sebagai pembicara dari pemerintah daerah, organisasi petani, hingga akademisi untuk membahas arah baru pembangunan sawit di Indonesia.

Salah satu pembicara utama, Bupati Sekadau, Aron, S.H., menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap petani dalam pembangunan industri sawit nasional. Ia menyatakan dukungan terhadap investasi sawit selama ini karena dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat di tingkat desa.

“Kami mendukung investasi kelapa sawit karena terbukti membuka lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat, khususnya di Sekadau. Tapi kami ingin pastikan pertumbuhan ini memberi ruang bagi petani kecil dan masyarakat adat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton,” ujar Aron.

Dalam kesempatan yang sama, Aron juga menyampaikan harapan terhadap akselerasi kebijakan energi nasional yang mengarah pada pengembangan biodiesel dari kelapa sawit.

“Harapan kami dalam waktu dekat, pemerintah pusat segera mendorong produksi CPO menjadi biodiesel secara masif. Kami di daerah memang menunggu itu, sambil berharap harga sawit akan naik dan petani sawit kita akan sejahtera,” tegasnya.

Baca juga: Kemendag: Industri Kelapa Sawit Jadi Engine Pertumbuhan Ekonomi RI

Aron memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sekadau telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan 2021–2024, dengan fokus pada dukungan konkret terhadap petani.

Program-program strategis yang dijalankan meliputi bantuan benih unggul, pendampingan sertifikasi ISPO, pembangunan infrastruktur distribusi komoditas, serta legalisasi lahan melalui program PTSL dan TORA.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan kearifan lokal juga menjadi bagian integral dari kebijakan wilayah yang berada di Provinsi Kalimantan Barat itu. Sekadau telah mengakui keberadaan tiga komunitas masyarakat hukum adat Dayak sebagai kawasan perlindungan berbasis adat.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menyambut baik berbagai terobosan yang dilakukan Pemkab Sekadau dan menekankan perlunya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat terhadap inisiatif daerah.

“Apa yang dilakukan Bupati Aron adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani. Kita butuh lebih banyak kepala daerah seperti ini. Sudah saatnya pemerintah pusat menjadikan sawit rakyat sebagai pilar utama industri, bukan sekadar pelengkap,” kata Sabarudin.

Baca juga: Astra Agro Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Industri Sawit

Terakhir, Sabarudin juga meminta pemerintah agar pendanaan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) sepenuhnya bisa dibiayai oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) sesuai dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2025.

“Sesuai Perpres biaya sertifikasi ISPO semestinya bersumber dari BPDPKS. Akses dana BPDPKS dapat mendukung sertifikasi ISPO bagi petani sawit kita sehingga mendukung market sawit di tingkat global,” tukasnya. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

7 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

13 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

15 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

21 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

21 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

23 hours ago