Perbankan

Bunga BI Diprediksi Naik, BNI Pertahankan Suku Bunga Kompetitif

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga kredit yang kompetitif, meski Bank Indonesia (BI) kedepannya diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sejalan dengan The Fed yang mulai menaikkan suku bunganya dari 0,25% menjadi 0,5%.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, bahwa perseroan terus berupaya mendukung dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui suku bunga kredit yang kompetitif. Saat ini, suku bunga kredit dalam rupiah Bank BNI tercatat diangka 7,79% per kuartal I-2022 atau lebih rendah dibandingkan kuartal I tahun lalu yang sebesar 8,63%.

“Kami juga seimbangkan dengan kita lakukan efisiensi dri sisi Cost of Fund (COF) di 1,46% dibanding tahun lalu yang sebesar 1,74%. Jadi kita tetap ada efisiensi,” ujar Novita saat paparan kinerja BNI secara virtual, di Jakarta, 26 April 2022.

Sementara terkait dengan suku bunga kredit kedepan, lanjut dia, Bank BNI tetap melihat pergerakan pasar. Apalagi, kata dia, saat ini era suku bunga rendah di Indonesia sudah mulai berakhir. Dengan demikian, Bank BNI sebagai bank BUMN akan mempertahankan suku bunga yang kompetitif sebagai upaya dalam menjaga perekonomian nasabah.

“Kami tetap menyalurkan kredit dengan suku bunga yang akomodatif. Kami akan fokus menggerakkan kredit dengan risiko yang rendah dan berbagai cross selling. Cos of Fund dan kreditnya tetap terjaga. Peningkatan kualitas aset akan lebih kuat lagi di kuartal kedua berikutnya,” ucapnya.

Menurut Novita, kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BNI. Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke segmen Korporasi Swasta yang tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp193,2 triliun, segmen Large Commercial yang tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp46,1 triliun, segmen UMKM juga tumbuh 11,8% yoy dengan nilai kredit Rp98 triliun.

Secara keseluruhan kredit di sektor Business Banking ini tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp489,3 triliun. Kenaikan ekspansi kredit di seluruh segmen tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian nasional yang juga sudah mulai pulih.

Adapun sektor yang dibidik di segmen business banking, adalah sektor perdagangan, infrastruktur, dan industri pengolahan. Bahkan, pembiayaan segmen hijau terus menunjukkan kebutuhan pembiayaan dengan ticket size besar sekaligus berkualitas. Hal ini dapat menjadi motor pendorong kredit sindikasi, salah satu penopang kredit korporasi Perseroan.

Dari sisi konsumer, kredit payroll dan kredit kepemilikan rumah membukukan penguatan kinerja positifnya pada awal tahun ini dengan pertumbuhan masing-masing 18,8% dan 8,4% secara yoy. Secara keseluruhan, kredit konsumer tumbuh 11,4% yoy. Hal ini dikarenakan brand consumer banking BNI yang terbentuk dengan baik sehingga mampu memberi daya saing yang sangat kuat dalam berkompetisi dengan peers untuk melayani kebutuhan pembiayaan konsumer masyarakat.

Dari sisi perbaikan risiko kredit juga memberi dukungan peningkatan kinerja yang sangat baik pada awal tahun ini. Loan at risk BNI pada kuartal I 2022 tercatat 22,1%, atau membaik 4,8% secara yoy. Demikian juga halnya dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BNI yang terus bergerak membaik 60 basis poin yoy ke posisi 3,5% dari periode sama tahun lalu 4,1%.

“Restrukturisasi kredit akibat pandemi terus menunjukkan perbaikan yang semakin positif pada awal 2022. Kredit restrukturisasi covid-19 tercatat Rp69,6 triliun, turun dari posisi periode sama tahun lalu sebesar Rp84,3 triliun. Bahkan, debitur BNI terdampak pandemi telah mulai melakukan pembayaran sehingga kami optimis tren perbaikan kualitas kredit akan terus berjalan,” paparnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

29 mins ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

38 mins ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

2 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

2 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

2 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

4 hours ago