JK Tekankan Pentingnya Tingkat Pengawasan Perbankan
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menilai, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang menjadi 5,75% tak semerta-merta langsung diikuti oleh turunnya suku bunga perbankan secara cepat.
Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa penurunan bunga acuan tidak begitu saja secara cepat diikuti oleh penurunan bunga perbankan secara cepat. Menurutnya, butuh beberapa bulan pihaknya menurunkan bunga perbankan.
“Perubahan suku bunga acuan ini akan berpengaruh ke bunga di pasar. Tapi butuh waktu 3 bulan untuk penyesuaian ke market,” kata Anggoro di Kantor Pusat BNI Jakarta, Selasa 23 Juli 2019.
Tak hanya itu, menurutnya penurunan suku bunga acuan juga akan diikuti oleh berkurangnya special rate pada deposito di perbankan nasional. Dengan adanya penurunan tersebut, pihaknya menilai akan membuat perbankan makin efisien.
“Kemungkinan besar semester kedua, sudah menunjukan penurunan biaya dana akan lebih baik,” tambah Anggoro.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Penurunan bunga dilakukan setelah 8 bulan bank sentral menahan bunga acuan di level 6%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More