Poin Penting
Jakarta – PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan kinerja solid dengan membukukan pendapatan Rp397 miliar di kuartal III 2025. Pendapatan tersebut naik 7 persen ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp372 miliar.
Direktur Keuangan BMHS, Cuncun Wijaya menjelaskan, pendapatan perseroan ditopang segmen bisnis bayi tabung Morula IVF dan laboratorium diagnosa yang masing-masing tumbuh 4 persen dan 12 persen secara tahunan.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba kotor BMHS ikut terdongkrak hingga 11 persen secara tahunan dari Rp175 miliar di kuartal III 2024 menjadi Rp194 miliar pada kuartal III 2025.
Baca juga: Inflasi Medis Melangit, Bundamedik Tempuh Langkah Ini
Sedangkan EBITDA juga naik menjadi Rp67 miliar dengan margin sebesar 17 persen. Berdasarkan capaian tersebut, BMHS berhasil membukukan laba bersih 13,6 miliar.
“Laba bersih naik signifikan menjadi Rp13,6 miliar didukung oleh kinerja operasional yang kuat dan kontrol biaya yang lebih optimal,” kata Cuncun dalam Paparan Publik di Jakarta, 26 November 2025.
Lebih jauh Cuncun menjelaskan, penopang kinerja perseroan hingga sembilan bulan pertama tahun 2025 ini berkat penguatan fundamental dan sinergi ekosistem
“Selain itu, strategi layanan holistik perseroan juga memberikan dampak yang konsisten dan solid bagi entitas BMHS grup,” tambahnya.
Menurut Cuncun, kinerja rumah sakit terus menunjukkan perbaikan hingga September 2025 ini juga ditandai dengan meningkatkan kontribusi dari korporat dan asuransi sebesar 2,3 persen, terutama dari rumah sakit di Jakarta dan Bali.
“Selain obgin dan pediatri sebagai layanan utama kami juga mengembangkan berbagai center of excellence sehingga 49 persen pendapatan di sembilan bulan 2025 berasal dari layanan non obgin dan pediatri,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dalam tiga tahun terakhir rumah sakit baru perseroan mencatat peningkatan operasional yang signifikan. Volume tindakan bedah tumbuh 48 persen, kunjungan rawat jalan naik 47 persen, dan rawat inap meningkat 37 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More