Market Update

Bundamedik Bukukan Pendapatan Rp397 Miliar di September 2025, Tumbuh 7 Persen

Poin Penting

  • Pendapatan BMHS naik 7 persen menjadi Rp397 miliar, didorong pertumbuhan Morula IVF (4 persen) dan laboratorium diagnosa (12 persen).
  • Profitability membaik: laba kotor naik 11 persen menjadi Rp194 miliar, EBITDA mencapai Rp67 miliar (margin 17 persen), dan laba bersih melonjak ke Rp13,6 miliar berkat efisiensi biaya.
  • Strategi layanan holistik dan ekspansi rumah sakit mengerek kontribusi non-obgin/pediatri (49 persen pendapatan)

Jakarta – PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan kinerja solid dengan membukukan pendapatan Rp397 miliar di kuartal III 2025. Pendapatan tersebut naik 7 persen ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp372 miliar.

Direktur Keuangan BMHS, Cuncun Wijaya menjelaskan, pendapatan perseroan ditopang segmen bisnis bayi tabung Morula IVF dan laboratorium diagnosa yang masing-masing tumbuh 4 persen dan 12 persen secara tahunan.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba kotor BMHS ikut terdongkrak hingga 11 persen secara tahunan dari Rp175 miliar di kuartal III 2024 menjadi Rp194 miliar pada kuartal III 2025.

Baca juga: Inflasi Medis Melangit, Bundamedik Tempuh Langkah Ini

Sedangkan EBITDA juga naik menjadi Rp67 miliar dengan margin sebesar 17 persen. Berdasarkan capaian tersebut, BMHS berhasil membukukan laba bersih 13,6 miliar.

“Laba bersih naik signifikan menjadi Rp13,6 miliar didukung oleh kinerja operasional yang kuat dan kontrol biaya yang lebih optimal,” kata Cuncun dalam Paparan Publik di Jakarta, 26 November 2025.

Strategi Layanan Holistik

Lebih jauh Cuncun menjelaskan, penopang kinerja perseroan hingga sembilan bulan pertama tahun 2025 ini berkat penguatan fundamental dan sinergi ekosistem

“Selain itu, strategi layanan holistik perseroan juga memberikan dampak yang konsisten dan solid bagi entitas BMHS grup,” tambahnya.

Menurut Cuncun, kinerja rumah sakit terus menunjukkan perbaikan hingga September 2025 ini juga ditandai dengan meningkatkan kontribusi dari korporat dan asuransi sebesar 2,3 persen, terutama dari rumah sakit di Jakarta dan Bali.

“Selain obgin dan pediatri sebagai layanan utama kami juga mengembangkan berbagai center of excellence sehingga 49 persen pendapatan di sembilan bulan 2025 berasal dari layanan non obgin dan pediatri,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, dalam tiga tahun terakhir rumah sakit baru perseroan mencatat peningkatan operasional yang signifikan. Volume tindakan bedah tumbuh 48 persen, kunjungan rawat jalan naik 47 persen, dan rawat inap meningkat 37 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago