Jakarta – Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir terus berbenah guna melayani masyarakat dan meningkatkan kualitasnya terutama dalam segmen laporan keuangan agar lebih transparan dan terukur tanpa adanya manipulasi laporan keuangan.
Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko BUMN Nawal Nely pada acara BUMN Performance Excelence Award 2020 menjelaskan, perusahan BUMN harus tetap menjadi agent devlopment bagi masyarakat.
“Role yang saya pegang, yang difokuskan itu laporan keuangannya harus mengimplementasikan sinergi dan strategi yang diformulasikan,” kata Nawal di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.
Tak hanya itu, Perusahaan BUMN juga harus melakukan manajemen risiko dengan baik agar dapat menjaga pertumbuhan bisnis dan tetap bertahan ditengah persaingan global. Menurutnya, formulasi sinergi yang ditanamkan oleh Menteri BUMN sudah tepat untuk menunjang kinerja BUMN kedepan.
“Tujuannya strategi dari tingkat atas ditranslate di bawah sehingga menjadi dimensi yang sama ini kolaborasinya disini kita akan lihat matriks pasar,” tukas Nawal
Nawal berharap dengan sinergi yang kuat tidak akan ada lagi manipulasi data khususnya untuk laporan keuangan di perusahaan BUMN. (*)
Editor: Rezkiana Np
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More