Moneter dan Fiskal

BUMN Sudah Setor Dividen ke Kas Negara Rp58,8 Triliun

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyetorkan dividen kepada negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jumlah dividen BUMN yang disetorkan ke kas negara meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Tercatat, pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND), yaitu dividen dari BUMN hingga Mei 2024 mencapai Rp58,8 triliun. Angka ini naik 41,1 persen secara tahunan (yoy), dibanding tahun sebelumnya Rp41,7 triliun.

Baca juga: Transformasi Pemilihan Komisaris BUMN: Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan Terbaik di Era Modern

“Kinerja PNBP 31 Mei 2024 untuk kekayaan negara yang dipisahkan, yaitu dividen BUMN itu sudah terkumpul Rp58,8 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis 27 Juni 2024.

Seperti diketahui, setoran dividen BUMN ini berasal dari sektor perbankan dan non-perbankan. Hal ini menunjukan peningkatan atas kinerja keuangan BUMN yang positif.

Baca juga: BSI Segera Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar, Cek Jadwalnya

Adapun dalam Undang-Undang APBN 2024 dividen BUMN yang disetorkan ke negara ditargetkan sebesar Rp492 triliun.

“Kita masih akan berharap ada tambahan lagi hingga akhir tahun sesuai dengan UU APBN,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

4 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

4 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

4 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

15 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

15 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

16 hours ago