News Update

BUMN Dipaksa Jalankan Tugas Tidak Tepat

Yogyakarta — Secara umum mayoritas perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) telah menerapkan manajemen tingkat dunia yang mampu mereduksi unsur-unsur birokratisasi.

Namun, praktik birokratisasi di BUMN masih saja terjadi. “Tantangan BUMN ke depan adalah mendapat tugas yang tidak tepat,” ujar Tony Prasetiantono, ekonom UGM, di Royal Ambarukmo Hotel, Yogyakarta, Kamis, 12 Oktober 2017.

Tony menyampaikan hal itu pada seminar “Melepaskan Birokratisasi BUMN” yang digelar Majalah Infobank sebagai rangkaian acara “Infobank BUMN Award 2017”.

Tony mencontohkan penugasan tidak tepat kepada BUMN dalam proyek kereta cepat Jakarta – Bandung. Menurut dia, proyek tersebut dipaksakan seolah efisien dan feasable.

Dia mengukur tepat-tidaknya tugas yang diberikan pemerintah dengan metode benchmarking. “Coba kita cari pembanding, ada tidak kereta cepat di luar negeri yang hanya menempuh jarak 142 kilometer?” tuturnya.

Di China, ungkap Tony, kereta cepat menempuh jarah 1.300-an kilometer. “Setiap proyek ada batas minumnya supaya efisien dan masuk economic of scale-nya” tegasnya.

Kasus lain, lanjut dia, adalah dalam penugasan BUMN proyek pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga. “Ternyata tolnya sepi. Bagaimana BUMN bisa cepat mendapat profit? Sementara mereka selalu dituntut untuk meningkatkan kontribusi dividen ke pemerintah,” tutupnya. (DW)

Paulus Yoga

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

2 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

3 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

5 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

6 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

7 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

7 hours ago