Bengkulu – Sebanyak dua puluh enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi untuk menyalurkan tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility(CSR) senilai total Rp9,2 miliar. Dana tersebut diperuntukkan meningkatkan kualitas sarana fasilitas umum dan sosial bagi masyarakat di perkampungan nelayan di wilayah Kampung Bahari, Sumber Jaya, Kota Bengkulu.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, komitmen BUMN ini dapat mendorong terciptanya keadilan sosial dan mendukung penguatan peran BUMN sebagai agen pembangunan yang hadir di masyarakat.
“Inilah bentuk apresiasi kami kepada masyarakat Bengkulu yang telah mendukung BUMN dalam menjalankan peran sebagai agent of development untuk memastikan adanya pembangunan yang merata ke seluruh wilayah di Indonesia,” kata Rini melalui keterangan resminya kepada Infobank, Kamis 23 November 2017.
Rini menegaskan, pihaknya akan terus memonitor secara ketat realisasi dari komitmen BUMN tersebut secara masif. “Kami memastikan bahwa pelaksanaan bantuan CSR tersebut akan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta bisa memberikan manfaat yang optimal kepada masyarakat”, ungkap Rini.
Penyerahan komitmen CSR tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) BUMN di Bengkulu pada 22-23 November 2017.
Dalam Rakor tersebut, seluruh pimpinan tertinggi dari 149 BUMN dan Anak Perusahaan Eks BUMN hadir untuk membahas sejumlah agenda, termasuk sinergi antar BUMN serta komitmen dukungan untuk pencapaian tujuan pembangunan khususnya akselerasi proyek strategis nasional. Di samping itu, dalam Rakor ini juga membahas strategi mendorong pencapaian roadmap BUMN Tahun 2015-2019.
Sebagai informasi, dua puluh enam BUMN yang ikut berpartisipasi ialah PT Hutama Karya (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Balai Pustaka (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Selain itu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pelindo II (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk , PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dan juga PT Pelindo II (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, BUMN Asuransi, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero), PT PGN (Persero) Tbk, PT PPA (Persero), PT Pegadaian (Persero), Perum Perumnas, dan PT Taspen (Persero).(*)
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More