Kawasan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini melampaui target yang dipatok perseroan sebesar Rp10 triliun.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, capaian tersebut tumbuh sekitar 3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan marketing sales 2024 sebesar Rp9,72 triliun.
“Pencapaian ini sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,” ujar Hermawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Baca juga: Emiten Properti BSDE Bidik Prapenjualan Rp10 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya
Dari sisi komposisi, segmen residensial masih menjadi tulang punggung prapenjualan dengan kontribusi Rp4,19 triliun atau 42 persen dari total marketing sales 2025.
Capaian tersebut menandakan minat konsumen terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri dengan fasilitas lengkap dan konektivitas baik, tetap terjaga.
Segmen komersial—meliputi ruko, kavling komersial, dan apartemen—menyumbang Rp3,73 triliun atau 37 persen dari total prapenjualan. Sementara itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan (joint venture) berkontribusi Rp2,13 triliun atau 21 persen.
Secara geografis, proyek-proyek di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69 persen dari total prapenjualan 2025.
Kinerja tersebut ditopang sejumlah proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, hingga klaster terbaru Vireya.
Baca juga: Ini Proyek-Proyek yang Dorong Prapenjualan BSDE Lampaui Target per 2024
Selain BSD City, kontribusi juga berasal dari kawasan pengembangan lain, termasuk Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan perseroan.
Ke depan, manajemen BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti. Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga serta keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen dinilai memberikan kepastian bagi pasar, terutama dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.
“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” ucap Hermawan.
Baca juga: Soal BSD dan PIK 2 Jadi PSN, Kementerian Investasi: Mereka yang Mengajukan
Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur sekaligus pemegang saham BSDE, Michael J.P. Widjaja, tercatat membeli 3.292.400 saham BSDE pada 19 Agustus 2025 dengan harga rata-rata Rp911,19 per saham, atau senilai sekitar Rp3 miliar.
Transaksi tersebut meningkatkan kepemilikan saham Michael dari 9.830.700 saham menjadi 13.123.100 saham. Aksi korporasi ini dinilai mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja perseroan ke depan. (*) Prima Gumilang
Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More
Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More
Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More
Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More