News Update

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting

  • BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui target Rp10 triliun.
  • Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan porsi 42 persen, disusul komersial 37 persen dan penjualan lahan 21 persen.
  • BSD City mendominasi 69 persen prapenjualan, manajemen optimistis prospek properti tetap positif didukung stabilitas ekonomi dan BI Rate 4,75 persen.

Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini melampaui target yang dipatok perseroan sebesar Rp10 triliun.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, capaian tersebut tumbuh sekitar 3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan marketing sales 2024 sebesar Rp9,72 triliun.

“Pencapaian ini sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,” ujar Hermawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu, 4 Februari 2026.

Baca juga: Emiten Properti BSDE Bidik Prapenjualan Rp10 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Dari sisi komposisi, segmen residensial masih menjadi tulang punggung prapenjualan dengan kontribusi Rp4,19 triliun atau 42 persen dari total marketing sales 2025.

Capaian tersebut menandakan minat konsumen terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri dengan fasilitas lengkap dan konektivitas baik, tetap terjaga.

Segmen komersial—meliputi ruko, kavling komersial, dan apartemen—menyumbang Rp3,73 triliun atau 37 persen dari total prapenjualan. Sementara itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan (joint venture) berkontribusi Rp2,13 triliun atau 21 persen.

BSD City Dominasi Prapenjualan

Secara geografis, proyek-proyek di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69 persen dari total prapenjualan 2025.

Kinerja tersebut ditopang sejumlah proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, hingga klaster terbaru Vireya.

Baca juga: Ini Proyek-Proyek yang Dorong Prapenjualan BSDE Lampaui Target per 2024

Selain BSD City, kontribusi juga berasal dari kawasan pengembangan lain, termasuk Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan perseroan.

Prospek Properti Tetap Positif

Ke depan, manajemen BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti. Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga serta keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen dinilai memberikan kepastian bagi pasar, terutama dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.

“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” ucap Hermawan.

Baca juga: Soal BSD dan PIK 2 Jadi PSN, Kementerian Investasi: Mereka yang Mengajukan

Aksi Borong Saham Manajemen

Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur sekaligus pemegang saham BSDE, Michael J.P. Widjaja, tercatat membeli 3.292.400 saham BSDE pada 19 Agustus 2025 dengan harga rata-rata Rp911,19 per saham, atau senilai sekitar Rp3 miliar.

Transaksi tersebut meningkatkan kepemilikan saham Michael dari 9.830.700 saham menjadi 13.123.100 saham. Aksi korporasi ini dinilai mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja perseroan ke depan. (*) Prima Gumilang

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

7 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

7 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

7 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

7 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

8 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

11 hours ago