Bumi Resources (BUMI) Catat Laba Bersih USD81,01 Juta di 2025, Naik 20 Persen

Poin Penting

  • BUMI mencatat laba bersih USD81,01 juta di 2025, naik 20,1 persen.
  • Pendapatan tumbuh 4,8% meski harga batu bara turun 17%.
  • Perseroan menargetkan penjualan 76–78 juta ton pada 2026.

Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mengumumkan kinerja keuangan di sepanjang 2025, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai USD81,01 juta atau tumbuh 20,1 persen dari USD67,47 juta.

Dari sisi pendapatan, BUMI berhasil mencatatkan pertumbuhan sebanyak 4,8 persen menjadi USD1,42 miliar sepanjang 2025 dari tahun sebelumnya senilai USD1,35 miliar.

“Hasil ini mencerminkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global,” kata Manajemen BUMI dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Baca juga: Dana Asing Masuk Rp749,85 Miliar, Saham BUMI hingga MDKA Paling Banyak Diborong

Tidak hanya itu, Perseroan juga mampu mencatat penurunan beban pokok pendapatan dan beban usaha yang masing-masing menjadi USD1,75 miliar dan USD107,9 juta.

Kinerja Operasional Variatif

Adapun, secara kinerja operasional tercatat variatif, dengan produksi batu bara mengalami kenaikan tipis 0,2 persen menjadi 74,8 juta ton. Namun, penjualan turun 2 persen menjadi 74,6 juta ton.

Lalu harga rata-rata FOB tercatat USD59,7 per ton atau turun 17 persen. Sementara itu, lapisan penutup yang dihilangkan mencapai 596,2 juta bcm, turun 8 persen.

“Stabilitas operasional tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang, menunjukkan efektivitas pengelolaan operasional dan pengendalian biaya yang konsisten,” imbuhnya.

Baca juga: Asing Net Sell Rp599,51 Miliar, Saham BBCA, BBRI hingga BUMI Paling Banyak Dilego

Melihat kinerja keuangan BUMI tersebut, Perseroan telah menyusun panduan kinerja 2026 dengan target penjualan sekitar 76-78 juta ton.

Harga rata-rata diproyeksikan berada di kisaran USD60-62 per ton, dengan biaya tunai produksi sekitar USD43-44 per ton. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

12 mins ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

5 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

6 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

6 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

6 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

6 hours ago