BUMD Dituntut Inovatif Agar Optimal Layani Publik

BUMD Dituntut Inovatif Agar Optimal Layani Publik

BUMD Dituntut Inovatif Agar Optimal Layani Publik
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Badan usaha milik daerah (BUMD) dituntut inovatif dan mengedepankan profesionalisme di tengah tantangan pandemi Covid-19 agar tetap memberikan layanan optimal kepada masyarakat.

Positioning BUMD penting. Begitu pula inovasinya, termasuk saat Covid-19 ini, perlu profesionalisme tinggi untuk hal melakukan tersebut,” kata Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Mochamad Ardian Noervianto saat memberikan sambutan dalam webinar Top BUMD 2021 bertajuk “Membangun Kinerja dan Layanan BUMD Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19” Kamis, 29 Juli 2021.

Ardian mengatakan BUMD perlu didorong untuk maju. dengan memperkuat struktur seperti dewan pengawas, tata dan kelola perusahaan. “BUMD, kini stakeholdernya harus satu persepsi. Maka pelayanannya lebih maju dan ada langkah strategis ke depan,” kata Ardian.

Dia mengatakan salah satu wujud implementasi otonomi daerah, adalah tumbuhnya kemandirian pemerintah daerah di tiap aspek. Hal ini diharapkan mampu menaikkan layanan publik. “Di sini, BUMD harus mampu memberikan layanan optimal ke masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Institut Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan menjelaskan peran BUMD adalah meningkatkan ekonomi daerah, mellaui pembukaan lapangan kerja. “BUMD, seyogianya menjawab kebutuhan pemda dan masyarakat, saat masa Covid-19,” kata pakar otonomi daerah ini.

Sejumlah masalah klasik BUMD adalah lemahnya kemampuan manajemen, dan kurangnya kemampuan modal usaha. Untuk itu pemda perlu memberi wewenang lebih besar kepada BUMD serta meminimalkan campur tangan politik. “Perlu juga untuk menaikkan kompetensi dan profesionalitas direksi BUMD dan jajarannya. Dengan demikian maka BUMD bisa bagus dalam masa sulit ini,” papar Djohermansyah.

Smentara ekonom dari Celios Bima Yudhistira mengatakan BUMD harus cermat membaca sektor usaha mana yang paling dini dilonggarkan dari pembatasan mobilitas. “Contohnya, BUMD perbankan harus melihat, mana sektor yang paling tepat untuk prioritas pemberian kredit, seperti sektor manufaktur, konstruksi, dan pertanian,” kata Bima.

Bank BUMD juga punya peluang menggarap segmen digital yang mendapatkan pertumbuhan tinggi. “Pastikan agar layanan tetap up to date dan sesuai kebutuhan nasabah,” katanya.

Top BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran dan penghargaan BUMD yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia. Webinar ini, merupakan rangkaian kegiatan acara puncak penghargaan Top BUMD Awards 2021. “Webinar ini merupakan salah satu forum untuk saling berbagi pengetahuan dan pembelajaran bagi BUMD di Indonesia,” kata Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2021, M. Lutfi Handayani, yang sekaligus merupakan Pemimpin Redaksi Majalah Top Business. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]