Bulog; Intervensi pasar. (Foto: Istimewa)
Jakarta– Dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos) tahun 2018, Pemerintah kembali menunjuk Bulog untuk menyediakan pasokan Beras dalam program Beras Sejahtera (Rastra) yang diimplentasikan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Tak tanggung-tanggung, pihak Bulog diamanatkan untuk menyediakan pasokan beras sebanyak 142 ribu ton. Dari total tersebut, nantinya akan disalurkan kepada 14,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Bulog diminta untuk melakukan kegiatan penyediaan dan penyaluran beras Bansos kepada titik distribusi untuk 14,2 juta KPM atau rata-rata disalurkan kurang lebih 142 ribu ton kepada keluarga penerima manfaat” jelas Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso di Kantor Kementerian Koordinator PMK Jakarta, Selasa 16 Januari 2018.
Gunarso menambahkan, 142 ribu ton beras tersebut akan disalurkan ke 54 ribu titik daerah di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, dirinya menjelaskan, nantinya pendistribusian beras yang dilakukan oleh Bulog akan diawasi oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (PMK).
“Pengawasan disitu nanti banyak, ada tim koordinasi dan tim pengendali di bawah koordinasi Kementerian PMK. Kami di Bulog tugasnya hanya siapkan barang, distribusikan sampai ke titik, dan secara umum berasal tim tadi melakukan monitoring” ujarnya.
Sebagai informasi, nantinya penyaluran BPNT akan disalurkan melalui kartu dan setiap rekening akan dikelola oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Melalui kartu tersebut, para KPM dapat menggunakan kartu tersebut untuk membeli beras dan juga telur sesuai dengan jumlah uang yang diberikan pemerintah.
Tak hanya itu, Pemerintah dalam tahun ini juga terus menggenjot angka penerima BPNT. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah optimis dapat menyalurkan BPNT ke 10 juta penerima bantuan hingga akhir tahun 2018. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More