Penutupan IHSG
Jakarta – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan mengadakan RUPSLB pada 7 Juni 2021 untuk menyetujui rights issue untuk menerbitkan 1 saham baru untuk setiap 9 saham yang ada serta 3 waran untuk setiap 1 saham baru.
Dengan demikian, Perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.450.000.000 lembar saham seri B baru yang berasal dari portepel saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham (Saham Baru) dan sebanyak-banyaknya 4.350.000.000 lembar waran yang menyertai penerbitan saham baru tersebut.
Sejalan dengan semua rights issue BULL yang lalu pada tahun 2017, 2018 dan 2019, harga saham baru akan berada pada level premium ke pasar saat ini untuk mencerminkan kepercayaan Perusahaan terhadap prospek perusahaan sebagai hasil dari rights issue.
“Dengan target harga kisaran Rp375-425 / saham, hasil rights issue ditargetkan mencapai Rp543,75 miliar – Rp616,25 miliar,” kata Direktur Utama BULL Wong Kevin, Jumat, 7 Mei 2021.
Perseroan akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari penerbitan saham baru dan waran tersebut untuk (i) Modal kerja untuk kegiatan operasional; dan / atau (ii) Ekspansi usaha; dan / atau (iii) Pembayaran tagihan usaha; dan / atau (iv) Pengurangan utang.
Perseroan memperkirakan bahwa rencana PMHMETD dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, kinerja operasional dan struktur permodalan Perseroan. Selain itu, penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha. (*)
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More