BI; Otoritas moneter. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate), setelah kemarin (19/2) bank sentral dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG-BI) memutuskan untuk menurunkan BI rate sebesar 0,25% menjadi 7%.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Chief Market Analyst Forextime, Jameel Ahmad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 19 Februari 2016. “Kami memiliki ekspektasi BI akan menurunkan suku bunga acuan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Menurut Jameel, alasan BI untuk menurunkan kembali suku bunga acuannya di bulan depan, lantaran sejalan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang kian melemah. Oleh sebab itu, dengan menurunkan BI Rate ini diharapkan PDB akan terdongkrak kembali.
“Dimana, pemotongan tingkat suku bunga bukanlah sesuatu yang mengagetkan karena selain terdapat ruang untuk hal tersebut dapat pula mendorong konsumsi domestik,” ucap Jameel.
Sebagaimana diketahui, selain menurunkan BI Rate menjadi 7%, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5% dan Lending Facility menjadi 7,75%. Serta, menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer menjadi 6,5%. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More