Ilustrasi: Gedung Telkom Indonesia/istimewa
Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif di kuartal III-2023. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih double digit 17,6 persen, yakni sebesar Rp19,5 triliun.
Raihan laba bersih Telkom Indonesia tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan Rp111,2 triliun atau tumbuh positif 2,2 persen year on year (yoy).
“Telkom mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,2 persen yoy menjadi Rp111,2 triliun didorong oleh pertumbuhan Layanan Data, Internet dan IT sebesar 4,8 persen yoy menjadi Rp63,4 triliun dengan meningkatnya pendapatan IndiHome dan transisi yang berlanjut dari bisnis legacy ke data,” ucap Heri Supriadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TLKM, Heri Supriadi dalam Public Expose Live secara virtual di Jakarta, 30 November 2023.
Baca juga: Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,7 T, Aset Tumbuh 4,8 Persen di Kuartal III 2023
Heri menambahkan dari sisi segmen konsumer pada pendapatan bisnis digital Telkomsel juga mencatat kinerja positif dengan tumbuh 7 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh pertumbuhan data payload yang positif dan solid.
“Dan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pelanggan yang ada di Telkomsel, di mana pelanggan seluler tercatat 158,3 juta dan percepatan penambahan pelanggan IndiHome sejumlah 205 ribu pelanggan yang kita catat pada triwulan III tahun ini,” imbuhnya.
Baca juga: Kinerja GOTO Membaik, Telkom Pastikan Investasi Lanjut Terus
Adapun, dari sisi segmen wholesale dan internasional, yaitu Mitratel mempertahankan kepemimpinannya di industri tower, yang secara konsisten meningkatkan profitabilitasnya. Pada sembilan bulan pertama 2023, pendapatan Mitratel tumbuh 11,9 persen yoy.
“Dengan EBITDA Marjin tumbuh 2,1 ppt (persentation point) menjadi 80,6 persen, terutama didorong oleh peningkatan rasio tenancy menjadi 1,5 kali pada tahun ini dibandingkan 1,44 kali pada periode yang sama tahun lalu,” ujar Heri. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More