News Update

Bukti Industri Fintech Lending Terdampak Covid

Jakarta – Kinerja industri financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending mulai menunjukkan penurunan selama pandemi COVID-19.

Hal ini diutarakan oleh Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI). Ia menjelaskan, penurunan terjadi diantaranya, yakni pertama, dari sisi outstanding pinjaman. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pinjaman fintech lending minus 10,64% secara year-to-date/ytd menjadi Rp11,76 triliun per Juni 2020 dari Rp13,16 triliun per Desember 2019.

Penurunan juga terjadi selama periode bulan April sampai dengan Juni 2020 atau saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan. Pada periode April 2020, outstanding pinjaman tercatat Rp13,75 triliun. Kemudian, periode Mei 2020 outstanding pinjaman tercatat Rp12,86 triliun.

“Fintech lending terdampak COVID-19 dapat dilihat dari penurunan ini, dan hal tersebut seiring diberlakukannya PSBB dari April sampai Juni 2020. Secara peta, fintech lending konsumtif banyak terdampak. Tetapi fintech lending produktif seperti mikro atau UMKM menguat,” jelas Sunu, dalam virtual conference, di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2020.

Kedua, dari sisi Tingkat Keberhasilan 90 hari (TKB90), ikut menurun dari 96,35% per Desember 2019 menjadi 93,87% per Juni 2020. Ini artinya, lampu kuning bagi industri fintech lending, karena non performing loan atau NPL menunjukkan peningkatan.

Oleh karena kinerja yang mengalami penurunan ini, AFPI pun menurunkan target disbursement atau penyaluran pinjaman untuk tahun 2020. “Awal 2020 disbursement ditargetkan Rp86 triliun. Tetapi, karena pandemi, kami perkirakan disbursement tahun 2020 turun. Sama seperti tahun 2019 yaitu Rp60 triliun,” pungkas Sunu. (*) Ayu Utami

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

6 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

10 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

11 hours ago