Bukopin; Layani pembayaran pajak. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) resmi menerapkan Modul Penerimaan Negara Generasi 2, yang diyakini bakal mendorong penerimaan pajak.
Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi Informasi Bukopin, Adhi Brahmantya mengatakan, dengan peluncuran layanan ini pemerintah telah menunjuk Bukopin sebagai bank persepsi dalam melayani MPN Generasi ke-2.
MPN Generasi 2 merupakan sistem penerimaan negara yang terintegrasi mencakup subsistem billing, subsistem settlement dan subsistem collecting agent pada prinsipnya dipergunakan untuk mencatat transaksi penerimaan negara dan mengolah dan akuntabel sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK.05/2014 dan Surat Dirjen Perbendaharaan No. S-4607/PB.6?2014.
“Dengan peluncuran Modul Penerimaan Negara Generasi 2 ini, kami siap untuk mendukung kebijakan pemerintah, khususnya memberi akses secara mudah, cepat dan fleksibel bagi masyarakat dalam hal penyetoran pajak,” imbuh Adhi.
Menurutnya, penerapan MPN Generasi 2 ini akan mempercepat dan memudahkan pembayaran pajak karena akses dibuka melalui teller, ATM pun akan diarahkan pula lewat e-banking.
“Ke depannya pembayaran juga dapat dilakukan melalui channel e-banking, EDC, dan melalui ponsel. Pengembangan berikutnya adalah melalui e-Tax (Bukopin Cash Management),” tutupnya. (*) Paulus Yoga
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More