Teller Bukopin; Layani transaksi nasabah. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) membidik 1 juta jumlah kartu kredit pada tahun ini. Kenaikan pemegang kartu diyakini akan mendorong pertumbuhan bisnis kartu kredit perseroan.
Jumlah 1 juta keping kartu juga diyakini Bukopin bakal menaikkan positioning-nya di industri kartu kredit.
“Di industri kartu kredit angka psikologis itu 1 juta. Akhir 2015, kita 800 ribu kartu. Tahun ini kita menargetkan 1 juta kartu,” tukas Kepala Divisi Kartu Kredit Bukopin, Mukdan Lubis di Jakarta, Selasa, 5 April 2016.
Menurutnya, dari sisi profit bisnis kartu kredit perseroan yakin bisa mencapai Rp502 miliar pada tahun ini. Tahun lalu, profit dari bisnis kartu kredit yang mampu dibukukan Bukopin sebesar Rp335,5 miliar, naik 54,53% dibanding perolehan Rp217,1 miliar pada 2014.
Sementara jumlah kartu naik 18,03% dari 673.748 keping di akhir 2014 menjadi 795.284 kuping pada akhir 2015. Dari sisi sales volume, menurut Mukdan, sekitar Rp600 miliar per bulan.
Sedangkan strategi yang diterapkan untuk mencapai target tersebut dilakukan dengan fokus memaksimalkan produk kartu kredit gold dan platinum, yang saat ini jumlahnya sudah 70% dari total kartu yang diterbitkan.
“Bisnis akan digenjot, intens untuk penjualan bisnis kartu. Kalau dapat 1 komunitas, 1 entitas bisa langsung dapat banyak,” tuturnya.
Untuk akuisisi kartu kredit sendiri, pihaknya telah menyiapkan kartu kredit platinum bisnis yang dihadirkan untuk menyasar segmen korporasi dan komunitas.
“Pendekatan ke perusahaan-perusahaan yang pantas mendapatkan business card,” tandas Mukdan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More