Counter Bukopin; Layani transaksi. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–PT Bank Bukopin Tbk membidik perolehan pendapatan berbasis komisi atau fee based income sekitar Rp1,2 triliun pada tahun ini.
“Tahun lalu fee based income tumbuh 24,71% jadi Rp1,1 triliun. 2016, target tumbuh 10% jadi sekitar Rp1,2 triliun,” tukas Direktur Pengembangan Bisnis & TI Bukopin, Adhi Brahmantya di Jakarta, Rabu, 23 Maret 2016.
Menurutnya, kontribusi bisnis kartu kredit menjadi penyuplai fee based income terbesar dengan komposisi sekitar 50%, disusul treasury dan public service. Sementara kontribusi fee based layanan lain, seperti bancassurance, bank garansi, pun administrasi jasa nasabah, diakui Adhi masih kecil.
Dalam mendorong perkembangan bisnis bank, terutama dalam peningkatan layanan, Bukopin telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar pada tahun ini.
“Capex total naik 17% tahun ini, sekitar Rp180 miliar hingga Rp200 miliar. Ini untuk buka cabang, relokasi cabang, buka ATM, mobile banking, upgrade IT, dll,” tandas Adhi. (*)
Editor Paulus Yoga
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More