News Update

Bukopin Andalkan Fee dari Bisnis Kartu Kredit

Diharapkan dengan semakin banyaknya nasabah pemegang kartu premium, pendapatan berbasis biaya atau komisi (fee based) dari bisnis kartu kredit bisa terus meningkat. Sebagai gambaran, iuran bagi pemegang kartu premium perseroan sebesar Rp2 juta per tahun untuk kartu basic (utama), dan Rp1,5 juta per tahun untuk kartu supplement (tambahan). Bila ada sekitar 100 ribu pemegang kartu premium (basic), maka dari fee tahunan saja Bukopin bisa menghasilkan Rp200 miliar. Ini belum ditambah fee dari varian kartu kredit lain, dan biaya lainnya, seperti dari tarik tunai dan keterlambatan pembayaran tagihan.

Baca juga: Bukopin Bidik 1.000 Agen Laku Pandai di 2017

Mukdan mengakui, bahwa pendapatan dari bisnis kartu kredit perseroan lebih banyak berasal dari fee based ketimbang dari pinjaman. “Proporsi 60 persen pendapatan kartu kredit dari fee based, revolving (pinjaman atau kredit) tidak terlalu besar. Jadi kita harapkan dari fee based,” tukasnya.

Dari sisi outstanding pembiayaan kartu kredit, lanjutnya, telah mencapai Rp3,5 triliun per akhir tahun lalu dan ditargetkan tumbuh 23 persen pada tahun ini. “Rata-rata tahun lalu tumbuh sekitar 25%,” terang Mukdan.

Sedangkan untuk sales volume atau nilai transaksi kartu kredit, lanjutnya, pada tahun ini ditargetkan bisa tembus angka Rp4,7 triliun. Nilai tersebut meningkat jauh dibanding tahun lalu yang sebesar Rp3,6 triliun. (*)

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

6 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

6 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

7 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

7 hours ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

7 hours ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

8 hours ago