Info Anda

Bukan Vape, Kematian di AS Akibat Penyalahgunaan Cairan Ganja

Jakarta – Otoritas kesehatan di Amerika Serikat (AS) mengumumkan kasus kematian terkait rokok elektrik (vape) merupakan penyalahgunaan narkotika akibat transaksi “pasar gelap”.

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) meminta para pihak lebih objektif terhadap produk yang di banyak negara sudah mulai diakui sebagai solusi mengurangi jumlah perokok aktif itu.

Ketua APVI, Aryo Andrianto, mengatakan sudah jelas bahwa produk cairan yang digunakan sampai menyebabkan kerusakan paru dan kematian adalah liquid mengandung ganja.

”Dan itu sudah dijelaskan di media-media di AS. Sudah jelas itu penggunaannya itu yang mengandung liquid ganja. Itu yang jadi masalahnya dan tidak banyak diungkap media-media di Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan, Senin, 30 September 2019.

Aryo menegaskan, mengonsumsi liquid ganja alias ganja cair dipastikan menimbulkan penyakit. Sangat disayangkan bisa beredar bebas di pasar AS. ”Sedangkan di Indonesia liquid yang mengandung ganja itu memang dilarang,” tegasnya.

Maka pihaknya meminta para pihak yang selama ini gencar menyalahkan vape untuk mulai berhenti. ”Ini kan sebenarnya cuma alat saja. Sama halnya dengan botol air mineral. Botol air mineral bisa disalahgunakan jadi alat bantu untuk menghisap narkoba,” Aryo mengungkapkan.

Harapan agar para pihak lebih objektif menilai vape itu seiring dengan dirilisnya fakta baru oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di AS pada Jumat (28/09).

Dikutip dari situs resmi www.cdc.org, lembaga yang bertugas sebagai Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit itu mengumumkan bahwa para investigator di Illinois dan Wisconsin telah menemukan beberapa petunjuk.

Penyelidik di kedua negara bagian itu melakukan wawancara terperinci dengan 86 pasien yang sebagian besar laki-laki muda, dan 66% mengatakan mereka telah menguapkan produk THC berlabel Dank Vapes. THC adalah bahan psikoaktif dalam ganja.

Apa itu Dank Vapes dan bagaimana mereka bisa memicu penyakit? ”Dank Vapes sepertinya merupakan merek paling menonjol namun sebagian besar palsu. Dengan kemasan umum yang mudah tersedia secara online dan yang digunakan oleh distributor untuk memasarkan kartrid yang mengandung THC,” laporan para penyelidik seperti diumumkan oleh CDC.

CDC telah mengingatkan kepada para pengguna vape agar tidak membeli produk di pasar illegal. Biasanya disebut di pinggir jalan. ”Produk berbasis THC paling sering diperoleh dari sumber-sumber informal seperti dari teman atau dari dealer,” kata Jennifer Layden dari Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois.

Para penyelidik lebih fokus pada dampak THC terkait dengan penyakit yang ditimbulkannya. Maka CDC merekomendasikan untuk tidak menggunakan vaping yang mengandung THC.

THC dimaksud adalah THC oil dengan unsur utama psikoaktif yang terdapat di dalam tanaman ganja.(*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

3 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

6 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

12 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

12 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

13 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

15 hours ago