Perbankan

Bukan Sekadar Logo, Ini Kunci Kesehatan Brand Bank Menurut MRI

Poin Penting

  • MRI menilai kesehatan brand perbankan ditopang tiga pilar utama: brand presence, brand perception, dan brand performance.
  • Reputasi dan stabilitas finansial menjadi faktor terpenting dalam menjaga kepercayaan nasabah terhadap bank.
  • Bank besar seperti BCA, BNI, BRI, dan Mandiri mencatat rating tertinggi dalam survei Brand Health MRI 2025.

Jakarta – Kesehatan merek (brand health) kini menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh pelaku industri perbankan. Hal ini disampaikan oleh Marketing Research Indonesia (MRI).

Chairman MRI, Harry Puspito menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan brand. Yang pertama adalah brand presence, yaitu sejauh mana, seberapa banyak, seberapa kuat merek itu ada di dalam pikiran target pasar.

“Selanjutnya ada brand perception, yaitu bagaimana persepsi kualitas merek bank di mata konsumen. Jadi apakah merek yang kita kelola ini dipercaya, memiliki nilai, dan layak dipilih oleh pelanggan,” terang Harry di seminar daring MRI bertajuk “Beyond The Customer Experience: What Truly Builds a Healthy Brand?”, Rabu, 8 Oktober 2025.

Dan terakhir, ada brand performance, di mana pelanggan memberi penilaian terhadap performa dari sebuah perusahaan. Ketiga pilar tersebut menjadi penopang dari keberlanjutan brand di sebuah industri.

Baca juga: Simak! Inilah Keterkaitan Kesehatan Brand dengan DPK Bank

Sementara itu, Strategic Insights & Tech Director Marketing MRI, Farid Nuranshory menambahkan bahwa reputasi dan stabilitas finansial menjadi dua aspek terpenting dalam menilai kesehatan merek bank.

“Reputasi yang paling penting (bagi bank) itu adalah dari sisi stabilitas finansial dan tata kelola yang kredibel. Nah ini yang menjadi hal utama yang dilihat oleh nasabah,” jelas Farid.

Di samping itu, MRI juga melakukan riset mengenai ekspektasi nasabah terhadap perbankan di lintas generasi. Salah satu hasil yang dibahas adalah penduduk Indonesia dari berbagai kalangan akan mengutamakan reputasi perbankan di atas yang lain-lain.

“Nasabah pada umumnya ketika memilih bank, (yang diutamakan) nomor satu adalah reputasinya. Jadi reputasi merupakan faktor penting yang dipertimbangkan ketika dia memilih produk atau layanan keuangan,” kata Farid.

Bank dengan Reputasi Ternama Unggul dalam Survei MRI

Hal ini juga selaras dengan hasil survei Brand Health MRI yang dilangsungkan pada November 2024 hingga Januari 2025, terhadap 1.382 responden. Terlihat, bank-bank dengan reputasi ternama mendapatkan rating lebih tinggi.

Bank-bank di kelompok KBMI IV menempati posisi teratas, yakni Bank Central Asia (BCA) dengan rating 77,45 persen, disusul Bank Negara Indonesia (BNI) 76,38 persen, Bank Rakyat Indonesia (BRI) 74,95 persen, dan Bank Mandiri 74,84 persen.

Baca juga: Bukan Sekadar Branding, Ini Cara Membangun Brand yang Punya Jiwa

Perolehan rating tersebut bahkan lebih tinggi dari kategori lain. Di kelompok KBMI III, CIMB Niaga mencatat rating 73,21 persen.

Ada juga kategori bank syariah, yang dipimpin Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan rating 72,44 persen. Disusul dengan bank daerah, yakni Bank Sulselbar meraih 74,49 persen.

Sementara, di kategori bank digital, Bank Neo Commerce (BNC) memperoleh rating tertinggi sebesar 70,72 persen. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

27 mins ago

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

56 mins ago

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

2 hours ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

3 hours ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

3 hours ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

4 hours ago