Perbankan

Bukan Persaingan, Banyak BPR yang Bangkrut Gara-Gara Ini

Bandung – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan penyebab sejumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Indonesia mengalami kegagalan atau bangkrut.

Suwandi Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS mengungkapkan ada banyak faktor sebuah bank mengalami bangkrut atau kegagalan. Namun, kata Suwandi, sejauh ini kegagalan suatu bank di Indonesia bukan disebabkan karena persaingan antar bank.

Baca juga: Simpanan di Atas Rp5 Miliar Tumbuh 7,8 Persen, Didominasi Sektor Ini

“Jadi bukan persaingan BPR dengan BTPN, BPR dengan bank lainnya. Dan akhirnya ada yang kalah saing. Tapi, berdasarkan pengalaman kami, nggak ada bank yang mengalami seperti itu (kalah saing),” kata Suwandi dalam LPS Media Workshop di Bandung, Kamis, 9 November 2023.

Lalu, apa penyebab utamanya? Kata Suwandi, kegagalan BPR selama ini mayoritas disebabkan masalah governance atau tata kelola bisnis yang kurang baik. Terutama kejahatan yang dilakukan oleh para oknum pengurus atau karyawannya.

“Kebanyakan bank gagal itu karena digerogoti oleh pengurus atau karyawannya. Jadi ini masalah lebih ke tata kelola,” ungkap Suwandi.

Untuk mencegah hal tersebut, kata Suwandi, dibutuhkan sebuah inovasi atau gagasan yang bisa membawa BPR mampu menerapkan tata kelola yang baik. Pasalnya, tata kelola itu bisa menjadi cerminan kredibilitas suatu bank.

“Saya punya gagasan (untuk mencegah kegagalan bank) kita lebih kepada penguatan tata kelolanya. Ini yang akan menggambarkan apakah bank akan bisa dikelola secara baik atau tidak,” ujarnya.

2 BPR Bangkrut

Terbaru, LPS mencatat ada dua BPR yang mengalami bangkrut, yakni PT Bank Perkreditan Rakyat Bagong Inti Marga (BPR BIM) di Jawa Timur dan Perusahaan Umum Daerah Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja Indramayu (Perumda BPR KRI) di Indramayu, Jawa Barat.

Salah satu contoh BPR bangkrut karena fraud dalam manajemennya adalah Perumda BPR KRI. LPS sendri telah mencabut izin BPR KRI pada 12 Septeber 2023.

Diketahui, BPR KRI memiliki lebih dari 25.176 nasabah. Adapun total simpanan nasabahnya mencapai Rp285 miliar.

Baca juga: Ada 2 Bank Bangkrut, LPS Kembalikan Uang Nasabah Hingga Rp261 Miliar

LPS pun langsung bergerak menggantikan dana nasabah BPR KRI. Di mana LPS telah mengganti Rp248 miliar simpanan kepada nasabah.

Sementara berdasarkan data LPS, sejak awal 2005, ada sebanyak 120 bank telah kehilangan izin usaha. Bank tersebut terdiri dari 119 BPR/BPRS dan satu bank umum. 

Sebagian besar masalah BPR karena integritas pemilik ataupun pemegang saham atau pengurus saham yang menyebabkan fraud. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Tukar Uang Lebaran 2026 Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Terbarunya

Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More

6 hours ago

KAI Daop 6 Pastikan Diskon Tiket KA Lebaran 30 Persen Masih Tersedia, Ini Cara Pesannya

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More

7 hours ago

Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More

10 hours ago

Dana Nasabah Dibobol, Bank Jambi Pastikan Ganti Kerugian Nasabah

Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More

10 hours ago

Rekening Ditutup, Donald Trump Gugat JPMorgan 5 Miliar Dolar AS

Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More

10 hours ago

Di FGD soal Kasus Sritex, Ekonom Ini Sebut Risiko Bisnis Tak Seharusnya Dipidanakan

Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More

11 hours ago