Market Update

Bukan Hotel Baru, Ini Fokus Bisnis Pollux Hotels Group Tahun Depan

Poin Penting

  • POLI belum berencana membangun hotel baru pada 2026 dan memilih fokus mengembangkan properti eksisting, sambil memantau kondisi ekonomi yang dinilai masih menantang.
  • Momen Nataru diharapkan mendongkrak kinerja, meski tak semaksimal tahun-tahun sebelumnya karena tekanan ekonomi; peningkatan okupansi biasanya terlihat pada pekan kedua hingga ketiga.
  • Kinerja POLI tumbuh signifikan, dengan laba bersih melonjak menjadi Rp66,19 miliar per September 2025, didukung pendapatan yang naik 73,38 persen menjadi Rp479,35 miliar.

Jakarta – PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) belum berencana membangun hotel baru tahun depan. Merka lebih memilih fokus mengembangkan properti eksisting, sambil mematau kondisi ekonomi yang dinilai masih menantang.

Diakui Direktur Utama POLI, Handojo Setyadi, pengembangan hotel baru memang sudah masuk dalam rencana bisnis perseroan. Namun, dalam merealisasikannya terdapat sejumlah pertimbangan, salah satunya kondisi ekonomi nasional.

“Sementara secara realnya belum. Tapi planning-planning itu memang sudah ada. Tapi tentunya kita juga melihat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Tidak hanya dari kita saja ya. Karena kan memang ambil contoh di 2025 ini belum sesuai harapan maksimal yang kita harapkan. Tetapi kita lihat dari kerja pemerintah, planning ke depan pun kita melihat positif,” ucap Handojo kepada media di Jakarta, 11 Desember 2025.

Baca juga: Pollux Hotels Group Resmi Catatkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 Miliar

Momen Nataru Dorong Kinerja

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Handojo berharap akan ada pertumbuhan kinerja yang positif dari sisi hotel maupun pusat perbelanjaan milik perseroan. Ia bilang, peningkatan okupansi biasanya akan terlihat pada pekan kedua hingga ketiga.

“Karena kebetulan kan kalau hotel itu akhir tahun atau long weekend atau lebaran, itu dampaknya cukup positif. Di mana mulai mungkin minggu pertengahan kedua, ketiga itu sudah kelihatan dampak peningkatan okupensi dari hotel-hotel kami juga. Termasuk juga mal-mal kami juga. Itu dampaknya kita sangat berharap,” imbuhnya.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, kata Handojo, pada momen Nataru perseroan mampu mendorong pertumbuhan kinerja hingga 100-200 persen. Untuk tahun ini, menurut Handojo, kondisinya akan berbeda, mengingat kondisi ekonomi saat ini masih menantang.

“Untuk tahun ini, saya melihat belum akan maksimal (momen Nataru 2025) karena adanya tantangan dari sisi situasi ekonomi,” jelasnya.

Baca juga: Kredit Properti Capai Rp1.471,9 Triliun di Oktober 2025, Tumbuh 5 Persen

Properti Eksisting

Perseroan saat ini memiliki 12 aset properti yang telah beroperasi, antara lain, Paragon Mall, Central City Mall, Marquis de Lafayette Mall, Po Hotel, Merbabu Hotel, tiga cabang Louis Kienne Hotel yang berlokasi di Simpang Lima, Pandanaran, dan Pemuda.

Selanjutnya, ada proyek W/R Residence Apartment, The Pinnacle Apartment, Marquis de Lafayette Apartment, Pollux Mall Cikarang.

Selain itu, PHG juga tengah mengembangkan proyek pengembangan terintegrasi Paragon Mall 2 dan Boulevard View (Mall dan Apartment).

Dari sisi kinerja, POLI berhasil mencatatkan laba bersih Rp66,19 miliar di September 2025, atau melonjak dari posisi Rp11,60 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian laba tersebut disokong oleh pendapatan Rp479,35 miliar atau naik 73,38 persen dari Rp276,47 miliar di September 2025. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

J Trust Bank Rangkul Industri Kuliner demi Perkuat Ekosistem Bisnis, Ini Strateginya

Poin Penting J Trust Bank masuk industri kuliner lewat ajang Gourmet Choice 2026 sebagai bagian… Read More

6 hours ago

Saham TUGU Melesat sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!

Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More

8 hours ago

Transformasi CX Jadi Kunci Daya Saing di Sektor Energi, Dari Layanan ke Pengalaman Pelanggan

Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More

8 hours ago

Resmikan ISRF, IAI Dorong Penguatan Ekosistem Pelaporan Keuangan dan Keberlanjutan

Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More

9 hours ago

Soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Masih Fifty-Fifty

Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More

10 hours ago

KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026

Poin Penting KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan… Read More

10 hours ago