Jakarta – Bukalapak sebagai e-commerce pertama yang melantai di bursa saham Indonesia terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaannya. CEO of Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengungkapkan langkah ini adalah cara terbaik untuk menggaet kepercayaan masyarakat kepada perusahaan.
“Untuk suatu perusahaan, cara terbaik untuk mengembalikan kepercayaan capital market adalah selalu meningkatkan kinerja perusahaan dan mengkomunikasikannya dengan baik. Itu yang selalu kita kerjakan di Bukalapak,” jelas Rachmat ketika menjawab pertanyaan media, Selasa, 7 Desember 2021.
Bukalapak sendiri mulai melantai di Bursa Saham Indonesia dengan kode BUKA pada Agustus lalu. Perseroan menawarkan 25.765.504.800 lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp850,- setiap sahamnya. Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini, sekitar Rp21,9 triliun.
Meskipun demikian, perjalanan IPO Bukalapak tidaklah mulus. Saham BUKA tercatat terperosok hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) setelah dua hari menguat pasca melantai di bursa saham. Hingga 6 Desember 2021, emiten BUKA terus mengalami penurunan 58,11% dan ditutup pada level 444 per lembar sahamnya.
Meskipun demikian, Rachmat mengingatkan agar apa yang terjadi di Bukalapak tidak menyurutkan niat perusahaan teknologi untuk melakukan IPO. Ia menilai dengan gotong royong dari setiap emiten, pasar sektor teknologi di Indonesia akan semakin besar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.
“Masing-masing punya kekuatan sendiri. Kalau rame-rame, pasar akan jadi lebih besar dan kita bisa sama sama mengedukasi market. Orang jadi lebih mengerti soal teknologi,” ujarnya. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More