Categories: Keuangan

Bukalapak dan Bank Commonwealth Gelar Srikandi Workshop

Jakarta – Bukalapak dan Bank Commonwealth meIalui program WISE
(Womenpreneur lndonesia for Sustainability and Empowerment) bersnergi dalam meluncurkan program pelatihan untuk pelaku UMKM perempuan, bertajuk Srikandi Workshop Program yang dikemas dalam rangkaian kelas dan diadakan di 10 kota di Indonesia.

Di workshop ini para peserta diberi materi yang dirancang khusus untuk membantu pebisnis perempuan (womenpreneur) menjawab tantangan dalam menjalankan usaha seperti manajemen keuangan, pemasaran produk, pelaganan pelanggan, dan pemanfaatan teknologi.

Menurut data lnternational Finance Corporation (IFC) dari World Bank Group, sekitar 43 persen UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan. Namun, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat kontribusi dari UMKM milik perempuan ini hanya sekitar 9.1 persen, artinya, para pengusaha perempuan di tanah air masih memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan bisnis mereka dan berkontribusi lebih jauh terhadap kemajuan ekonomi negara. Keterbatasan pengetahuan berbisnis, aksesibilitas terhadap materi pengembangan usaha, hingga kurangnya rasa percayadiri kerap membuat para pengusaha perempuan kesulitan memaksimalkan potensi ini.

Memiliki perhatian istimewa terhadap peningkatan literasi keuangan di kalangan perempuan, Bank Commonwealth melalui program WISE menggandeng Bukalapak akan menyambangi kurang lebih 1000 anggota komunitas Srikandi atau pelapak perempuan di daerah Jakarta, Bekasi Medan, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Bandung, Denpasar, Semarang dan Makassar.

Didampingi oleh para praktisi ahli dan Bukalapak dan Bank Commonwealth serta berbagai pelaku Industri ternama Iainnya, para peserta berkesempatan untuk belajar soal pengaturan finansial yang efektif dalam berbisnis disela-sela mengatur keuangan rumah tangga, teknik pemasaran produk secara online, dan penanganan konsumen agar selalu siap melihat kesempatan dan tren Industri yang kerap berubah.

Di kota pertama, Bukalapak dan Bank Commonwealth mengangkat tema manajemen keuangan dan peningkatan pelayanan pelanggan untuk ratusan anggota Komunitas srikandi di Jakarta. Bertempat di Hall Bukalapak lantal 22, Metropolitan Tower. Jakarta, sesi pertama ini Juga akan lengkap dengan partisipasi dari Google Indonesia yang memberikan materi tentang teknik jitu memahami konsumen.

“Sebagal perusahaan yang telah tumbuh selama 1 dekade bersama pelaku UMKM, kami memahami bahwa selama inI banyak suka duka dan tantangan yang dihadapi oleh mereka dalam mengembangkan bisnis. Para pelapak perempuan, khususnya, tentu memlliki berbagai tantangan tersendiri karena banyak dari mereka yang harus mengembangkan perannya dalam mengurus bisnis dan keluarga,” kata Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak.

Sementara itu, President Director Bank Commonwealth, Lauren Sulistiawati mengatakan, sejak tahun 2014, pihaknya sendiri sudah memfokuskan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan target perempuan pengusaha melalui program WISE yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 4.200 perempuan di lndonesia dalam bentuk kelas kelas workshop serta digital platform berupa aplikasi WISE yang telah diunduh oleh lebih dari 5.300 orang.

“Kami senang sekali berkolaborasi dengan Bukalapak untuk berbagi pengetahuan mengenal pengelolaan keuangan bisnis dan pribadi yang praktis dan mudah diterapkan kepada para Srikandi Bukalapak. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami dalam pemberdayaan perempuan pengusaha Indonesia yang juga sejalan dengan purpose kami, ‘improve the financial wellbeing of our customers and commumties’,” jelas Lauren Sulistiawati.

Melalui Srikandi Workshop ini, iapun berharap bisa menghubungkan para pebisnis perempuan di seluruh Indonesia dengan expertise yang dimiliki leh Bukalapak dan Bank Commonwealth serta para pelaku industri lainnya, sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

11 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

11 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

11 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

11 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

15 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

18 hours ago