Nasional

Buka Paviliun Indonesia di COP30 Brasil, Ini Pesan Penting Menteri Hanif Faisol

Poin Penting

  • Menteri Hanif Faisol meresmikan Paviliun Indonesia di COP30 Brasil sebagai bukti komitmen Indonesia dalam aksi nyata menjaga lingkungan dan membangun ekonomi hijau.
  • Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 50 sesi diskusi dan forum strategis, termasuk forum “Seller Meet Buyer” untuk mempertemukan penjual dan pembeli kredit karbon bernilai hingga USD 7,7 miliar per tahun.
  • Pemerintah menegaskan bahwa menjaga alam dan membangun ekonomi dapat berjalan beriringan, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai pemimpin global aksi iklim.

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meresmikan Paviliun Indonesia di Konferensi Iklim Dunia (COP30) di Brasil. Paviliun ini menjadi panggung utama bagi Indonesia untuk menunjukkan aksi nyata yang sudah dilakukan dalam menjaga lingkungan.

Melalui paviliun tersebut, pemerintah menegaskan kesiapannya menjadi “Jembatan Hijau” yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara lain, termasuk juga para pengusaha, dan masyarakat global.

Baca juga: Sederet Tantangan RI Terapkan NZE Jelang Konferensi Iklim PBB COP30

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan, Indonesia tidak hanya berbicara, tapi menunjukkan bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan, sembari membangun ekonomi yang ramah lingkungan.

“Kita tidak hanya hadir untuk bernegosiasi, tetapi untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan hijau dunia,” kata Menteri Hanif, dikutip dalam keterangan resmi, Selasa, 11 November 2025.

50 Sesi Diskusi dan Pasar Karbon di Paviliun Indonesia

Selama dua minggu ke depan, Paviliun Indonesia akan menjadi pusat berbagai kegiatan dengan lebih dari 50 sesi diskusi dan forum strategis, menampilkan berbagai keberhasilan Indonesia, mulai dari menjaga hutan, energi bersih, mengelola sampah, industri ramah lingkungan, hingga perdagangan karbon.

Salah satu agenda paling menarik di Paviliun Indonesia adalah forum “Seller Meet Buyer”, yang mempertemukan penjual dan pembeli kredit karbon.

Baca juga: RI-Brasil Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis, Ini Detailnya

Pasar karbon sendiri diperkirakan dapat menciptakan nilai ekonomi hingga USD 7,7 miliar per tahun

“Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi. Ini adalah cara kita menegakkan integritas dan membangun kepercayaan dunia,” ujar Hanif.

Simbol Kepemimpinan Iklim dan Peluang Ekonomi Hijau

Melalui Paviliun Indonesia, pemerintah ingin memperkuat citra sebagai pemimpin global dalam aksi iklim serta membuka peluang ekonomi hijau dan lapangan kerja baru.

Paviliun ini juga menjadi bukti bahwa menjaga alam dan membangun ekonomi dapat berjalan beriringan, dengan tujuan utama menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

5 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

7 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

8 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

8 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

8 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

8 hours ago