Perbankan

Buka Digital Store, BTN Gandeng Unesa Perluas Layanan Digital bagi Mahasiswa dan Dosen

Poin Penting

  • BTN membuka Digital Store di Unesa sebagai bagian dari ekspansi layanan digital di Surabaya, menawarkan konsep self-service yang mempercepat hampir seluruh transaksi perbankan kampus.
  • Unesa dipilih karena kemitraan strategis sejak 2006, dengan transaksi untuk 70.000 mahasiswa dan 2.300 dosen/karyawan terintegrasi BTN
  • BTN memperluas jaringan Digital Store sebagai strategi memperkuat basis pengguna muda, menargetkan 23 unit pada 2025 dan 100 unit pada 2027.

Surabaya – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meresmikan BTN Digital Store KCP Digital Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan, Jumat (21/11) sebagai bagian dari ekspansi layanan digital BTN di Surabaya.

Layanan BTN Digital Store mengusung konsep self-service yang memungkinkan nasabah menyelesaikan hampir seluruh transaksi perbankan secara mandiri dengan pendampingan petugas atau superstaf bila diperlukan.

Unesa dipilih sebagai lokasi peluncuran karena telah menjadi mitra strategis BTN sejak 2006. Seluruh pembayaran kampus terintegrasi dengan BTN, mulai dari transaksi pendidikan sekitar 70.000 mahasiswa hingga payroll lebih dari 2.300 dosen dan karyawan. Dengan hadirnya BTN Digital Store, transaksi akademik dan kebutuhan keuangan sivitas kampus ditargetkan berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa antrean panjang.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Nurhasan menyebut layanan digital BTN ini memberi manfaat langsung bagi kampus serta memperlancar proses kegiatan belajar mengajar karena seluruh kebutuhan pembayaran dapat diakses dalam satu titik layanan.

“Digital Store mempermudah transaksi mahasiswa, dosen, dan karyawan. Selama ini kebutuhan perbankan kampus sangat didukung BTN,” ujarnya dikutip 23 November 2025.

Baca juga: Blusukan Cari Inovasi Perumahan, BTN Housingpreneur Gelar Roadshow di USU Medan

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan BTN Digital Store menawarkan pengalaman layanan perbankan modern tanpa sekat teller seperti kantor konvensional. Transaksi dilakukan melalui perangkat digital mandiri, sementara petugas superstaf bertugas memberi panduan jika ada kendala teknis.

Dengan konsep tersebut, layanan Digital Store lebih cepat dibandingkan kantor cabang reguler. Contohnya pembukaan rekening melalui mesin yang hanya memakan waktu 3-5 menit, jauh lebih singkat dibandingkan secara manual yakni sekitar 20-40 menit. “Kami menghadirkan layanan yang cepat dan efisien sesuai kebiasaan masyarakat yang semakin digital,” kata Rully, dikutip Minggu (23/11).

Lebih lanjut, Rully menuturkan bahwa BTN menempatkan ekspansi Digital Store di lingkungan kampus sebagai strategi memperkuat basis pengguna digital dari generasi muda. BTN juga menyiapkan peluang kolaborasi lanjutan dengan Unesa, mulai dari edukasi literasi keuangan, program magang mahasiswa, hingga penjajakan pembukaan peluang kerja sektor perbankan bagi lulusan Unesa.

“Dengan inisiatif digital ini, BTN berharap dapat meningkatkan pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan,” ujar Rully.

Hingga kini, BTN mengoperasikan delapan Digital Store di Indonesia, termasuk di kawasan perkantoran DPR RI, Bursa Efek Indonesia, dan beberapa lokasi strategis lainnya di Jakarta.

Baca juga: BTN Sudah Serap Habis Penempatan Dana Pemerintah Rp25 Triliun

Sejalan dengan upayanya menjadi bank transaksional pilihan nasabah, BTN akan terus menambah jumlah Digital Store di berbagai daerah hingga 23 unit pada akhir 2025 dan mencapai 100 unit pada 2027 melalui konversi kantor cabang eksisting maupun pembukaan lokasi baru di pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan komersial dan perguruan tinggi.

BTN juga tengah mengembangkan konsep Digital Store sebagai layanan hybrid yang menggabungkan transaksi perbankan dengan ruang sosial untuk menarik pengguna muda dan menciptakan interaksi layanan yang lebih dekat dengan nasabah. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

1 hour ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

2 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

2 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

3 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

4 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

4 hours ago