Tim Unit Kerja K3 PT Semen Padang melakukan simulasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja dalam rangkaian kompetisi SHE Challenge Bulan K3 Nasional 2026 di Lapangan Fire Ground PT Semen Padang, Sumatra Barat, pada akhir Januari 2026 lalu.
Poin Penting
Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan nihil fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang 2025. Capaian ini disebut merupakan hasil penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ditempatkan sebagai nilai utama dalam aktivitas operasional perusahaan.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group.
“Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tetapi juga memastikan kenyamanan karyawan dan mitra agar lebih optimal dan produktif,” ujar Reni, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: Kolaborasi Desa Energi Insight Perkuat Transisi Energi Bersih di Tingkat Lokal
Ia menyebut, selain mencatat nihil fatalitas, SIG juga mencatat kinerja indikator keselamatan yang lebih baik dari target. Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) tercatat sebesar 0,13, lebih rendah dari target 0,3. Sementara Lost Time Injury Severity Rate (LTISR) berada di level 1,01, jauh di bawah target 5 pada 2025
Perusahaan juga mengeklaim memperkuat indikator pencegahan melalui sejumlah program, seperti Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, hingga kesiapan respons darurat.
Atas capaian tersebut, SIG meraih sejumlah penghargaan, termasuk Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan dan penghargaan keselamatan pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan, SIG mendorong transformasi dari Visible Safety Leadership (VSL) menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), yakni pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya terlihat di lapangan tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja. Model ini diharapkan dapat membangun kepercayaan dan memperkuat tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Baca juga: Eastspring Indonesia Gandeng Maybank Luncurkan Reksa Dana ESIGMA
Pada momentum Bulan K3 Nasional 2026, SIG juga meluncurkan pembaruan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang memuat 20 panduan keselamatan kerja berbasis data insiden dan risiko proses bisnis perusahaan.
“Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu. Safety yes, accident no. Safety is our top priority,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More